CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan seluruh desa di Provinsi Maluku Utara ditargetkan sudah teraliri listrik secara menyeluruh pada akhir tahun 2027. Saat ini, masih terdapat 72 desa dan 9 dusun yang belum memiliki jaringan listrik. Pernyataan tersebut disampaikan Sherly saat rapat akhir tahun bersama PLN Wilayah Maluku Utara pada Senin, 29 Desember 2025.

Gubernur menjelaskan, sejak Oktober 2025 PLN mulai melakukan pengembangan infrastruktur untuk memperluas jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Pada tahap awal, sebanyak 41 desa ditargetkan menyala stabil pada Maret 2026. Selanjutnya, pada April 2026 sebanyak 26 desa lainnya ditargetkan mulai menikmati listrik secara stabil. Sementara 14 desa sisanya direncanakan akan terelektrifikasi hingga tuntas pada tahun 2027

Desa-desa yang belum teraliri listrik tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu.

“Di tahun 2025 menuju 2026 ini akan ada 41 desa termasuk dusun yang akan dielektrifikasi. Lokasinya ada di Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Taliabu. Listriknya semua akan menyala dan selesai di akhir 2027,” ujar Sherly, dikutip dari akun resmi TikTok miliknya, Rabu, 31 Desember 2025.

Sementara itu, sejumlah daerah di Maluku Utara telah mencapai elektrifikasi 100 persen, diantaranya Kabupaten Pulau Morotai, Kota Ternate, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Kota Tidore Kepulauan.***