CARITA KOTA – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate bersama Komisi II DPRD menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait realisasi pendapatan asli daerah (PAD) untuk triwulan pertama tahun 2026.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Mochtar Hasim, mengatakan bahwa untuk target pendapatan pajak daerah sudah melebih target triwulan pertama, yang ditargetkan sebesar 1,2 miliyar.

“Ini telah dilaporkan terkait realisasi hingga akhir Februari. Untuk triwulan pertama, kami masih menyisakan satu bulan lagi di Maret,” ujarnya Mochtar kepada media ini, Kamis, 26 Februari 2026 usai melakukan rapat bersama Komisi II DPRD Kota Ternate di kantornya.

Ia mengetakan, meski akan mengakhiri realisasi pendapatan daerah untuk triwulan pertama pada Maret nanti, tetapi untuk Februari pendapatannya sudah melebihi 15 persen, masuk diangka 18 persen.

“Target triwulan pertama itu 15 persen, itu Januari sampai Maret. Namun, kita masih di Februari masuk 18 persen. Jadi dari 1,2 miliar total target pajak, itu kita sudah di angka masuk 18 miliar,” terang Mochtar.

Sementara untuk pendapatan retribusi, kata Mochtar, ditargetkan sebesar Rp40 miliar yang hingga Februari ini pendapatannya sudah mencapai Rp3 miliar lebih atau 9 persen. “Kami berharap pengelola retribusi masuk bulan Maret bisa capai 15 persen,” ujarnya.

Adapun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya yang sah, kata Mochtar, sudah berada di angka 2 persen dan pengelolaan kekayaan lain yang dipisahkan juga sudah ada pemasukkan.

“Sehingga total dari Rp195 miliar target PAD, kita sudah masuk di Rp20 miliar lebih atau presentasenya sudah di angka 14 persen lebih,” kata Mochtar.

Menurutnya, dari keseluruhan total target Rp195 miliar kini sudah berada di angka 14 persen, dan tersisa satu bulan ini masih bisa diupayakan untuk mencapai 15 persen.

“Kami akan terus membuat bentuk optimalisasi. Karena harapannya di Maret nanti berjalan, kita sudah menghadapi 25 persen. Intinya kita sudah melebih target di triwulan pertama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal Teng, memberikan apresiasi atas kinerja BP2RD yang berhasil melampaui target PAD di awal tahun.

“Ini langkah strategis dan bentuk sinergitas yang baik dalam pengelolaan PAD. Meski ada beberapa sektor yang masih perlu ditingkatkan, secara umum capaian ini cukup menggembirakan,” ungkap Farijal.

Ia menambahkan, upaya optimalisasi retribusi di kawasan Jatiland Mall dengan menempatkan empat OPD pengelola PAD diharapkan bisa memaksimalkan potensi pendapatan daerah.

Di sisi lain, sejumlah tunggakan besar, termasuk dari Hotel Amara, telah berhasil diselesaikan. Namun, Farijal menegaskan sistem pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih perlu diperkuat untuk meningkatkan penerimaan di masa mendatang.***