Akses Jalan dan Kondisi Jembatan Dodoku Ali Memprihatinkan
CARITA KOTA – Kawasan Dodoku Ali di depan Kedaton Kesultanan Ternate, Kecamatan Ternate Utara tampak memprihatinkan. Pasalnya area yang memiliki nilai sejarah dan budaya itu tampak akses jalannya berlubang dan tak terurus, yang dinilai membutuhkan penangan serius dari pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan, setapak beton yang menjadi jalur utama akses pengunjung ke jembatan Dodoku Ali berlubang dan tidak nyaman dilalui. Bahkan, pengendara roda dua harus mengendarai dengan kehati-hatian agar tidak terperosok.
Selain itu, papan pada badan jembatan Dodoku Ali terlihat lapuk dan tidak layak lagi, sebagian berlubang dengan kondisinya tidak kuat lagi atau bergoyang saat diinjak. Kondisi tersebut menegaksan bahwa wilayah Dodoku Ali selama ini tidak ada upaya perbaikan sama sekali, dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga yang melintas, terutama anak-anak dan lansia.

Menyoroti hal itu, Anggota DPRD Kota Ternate, Muhammad Syaiful menegaskan bahwa kawasan tersebut telah dibahas dalam rapat internal Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Ternate terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Ia menilai, kawasan Dodoku Ali memiliki nilai sejarah dan budaya, serta menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan Ranperda RTRW yang tidak boleh dibiarkan terus mengalami degradasi.
“Dalam rapat Pansus, kami juga menyoroti kondisi Kawasan Dodoku Ali yang saat ini memprihatinkan,” ujarnya kepada wartawan usai rapat internal Pansus I di Ruang Rapat Eksekutif DPRD Kota Ternate, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Syaiful, kawasan Dodoku Ali seperti yang tercantum dalam dokumen RTRW, kini didorong untuk ditetapkan sebagai situs cagar budaya. “Langkah ini penting agar pengelolaannya memiliki payung hukum yang jelas sekaligus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah,” bebernya.
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dalam waktu dekat DPRD akan memanggil Dinas PUPR dan Dinas Kebudayaan untuk membahas rencana renovasi dan penataan kawasan tersebut. Perencanaan yang matang dinilai menjadi kunci agar revitalisasi tidak sekadar bersifat tambal sulam.
“Kami melihat, jika Dodoku Ali dikelola dengan baik, bukan hanya nilai sejarahnya yang terjaga, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah,” terangnya.
Sebagai situs yang kaya nilai historisnya, Syaiful tegaskan, Dodoku Ali penting mendapat perlindungan dan pelestarian yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, melalui penataan yang tepat diyakini mampu menghidupkan kembali daya tarik wisata sejarah di Ternate Utara dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.***







Tinggalkan Balasan