Pemkot Ternate Agendakan Kampung Ramadan H-15 Menuju Idul Fitri
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate menegaskan akan segera mewujudkan terlaksananya Kampung Ramadan di pelataran taman film Benteng Oranje. Pasalnya, hingga memasuki hari ke 14 puasa Ramadan, terdapat beberapa tenda di kawasan tersebut yang tampak belum ada pedagangnya.
“Untuk semengatnya kampung ramadan itu bisa jalan. Kalau tidak diawal, paling tidak 15 Ramadan kesana. untuk pendaftarnya sudah ada, secara online melalui aplikasi yang kita berikan,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Rizal Marsaoly, usai Paripurna ke 6 Masa Sidang II Tahun 2026 penyampaian LKPJ Wali Kota Ternate Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Ternate, Rabu, 4 Maret 2026.
Rizal mengatakan, pelaksanaan kampung Ramadan rencana ditargetkan pada awal Ramadan. Namun, kata dia, fakta di lapangan tenda yang sudah disediakan masih terlihat kosong atau belum terisi.
“Kampung Ramadan target kita kemarin di awal Ramadan. Untuk apa yang menjadi semangat awal, kampung ramadan itu bisa terlaksana dengan baik dan lancar segera terwujud,” ujarnya.
Hanya saja, menurutnya, melalui informasi yang dihimpun terdapat oknum-oknum diduga menjanjikan kepada pedagang untuk nanti dibukakan aktivitas berjualan di area terminal.
“Kesempatan ini, saya mau sampaikan bahwa arahan pak Wali Kota itu tidak ada aktivitas penjualan apapun, dalam hal ini yang menjual baju itu, tidak bisa lagi diperbolehkan di terminal. Sehingga, kampung ramadan ini solusi,” tegas Rizal.
Dikatakannya, mungkin dengan adanya perjanjian itu, sebenarnya memberi pengaruh terhadap pedagang baju dalam memantapkan niat berjualan di lokasi kampung ramadan.
“Mereka pedagang cukup banyak. Hampir 40 lebih, yang nantinya kalau mereka sudah masuk, bisa terpenuhi kampung ramadan,” jelas Sekda.
“Oknum-oknum ini, saya sudah minta Kadis Perindag untuk tolong dicek kebenarannya di lapangan. Saya kurang tahu apakah itu oknum dari aparatur sipil negara (ASN), atau oknum yang ada di terminal,” tegasnya.
Sekda mengatakan, bahwa telah mengajak para pedagang untuk dapat meramaikan kampung ramadan. Kata dia, pendapatan dan setorannya jelas, pemanfaatan di tempat yang resmi dan tidak mengganggu pelayanan publik yang lain.
“Karena kalau mereka masuk di dalamnya, itu termasuk sudah terhitung, biaya tenda, listrik, air, dan sampah. Jadi semua telah terakomodir dengan baik oleh Dinas Perindag,” terangnya.***







Tinggalkan Balasan