CARITA KOTA – Demi memastikan harga Minyakita tidak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Ternate akan menggelar operasi pasar pada Senin 16 Maret 2026. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Rizal Marsaoly seusai RDP dengan Banggar DPRD Kota Ternate pada Jumat 13 Maret 2026. 

“Senin nanti kami bersama Satgas Pangan dan juga melibatkan KSOP akan turun memastikan pedagang tidak menjual di atas HET. Kalau ada yang melanggar, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” ujarnya.

Rizal menyebutkan, sebelumnya temuan penjualan minyak goreng merek Minyakita di atas HET pernah disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda ketika melakukan peninjauan. 

Menindaklanjuti hal itu, Wali Kota Ternate  siang tadi (Jumat 13 Maret 2026) turun melakukan pengecekan ke Perum Bulog Cabang Ternate untuk memastikan harga distribusi minyak goreng sesuai ketentuan.

Menurut Rizal, dari informasi Bulog, harga distribusi minyak goreng kepada pedagang sekitar Rp14.500 per liter. Dengan margin yang diberikan, pedagang masih bisa memperoleh keuntungan tanpa harus menjual di atas HET.

“Namun, pemerintah daerah menemukan masih ada pedagang yang menjual dengan harga lebih tinggi dari ketentuan. Karena itu, pemerintah kota bersama Satgas Pangan akan melakukan pengawasan langsung di lapangan,” terangnya. 

Rizal mengingatkan para pedagang agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir praktik penjualan bahan pokok di atas harga yang telah ditetapkan.

Beberapa pedagang, kata dia, beralasan harga tinggi karena minyak goreng didatangkan dari luar daerah seperti Manado sehingga biaya angkut meningkat. Namun pemerintah menilai alasan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menaikkan harga secara berlebihan.

Selain itu, Rizal juga menambahkan soal ketersediaan bahan pokok hingga lebaran dipastikan aman. 

sejumlah komoditas bahan pokok yang kerap memicu inflasi di Kota Ternate telah dibahas dalam rapat bersama pihak terkait, termasuk data yang dirilis oleh Bank Indonesia.

“Semua pemasok dan agen tadi sudah menyampaikan bahwa stok bahan pokok bisa terpenuhi hingga Idul Fitri nanti,” katanya.***