CARITA KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate mengerahkan seluruh armada dan personel untuk memperkuat kebersihan lingkungan menjelang peringatan HUT Republik Indonesia (RI) ke-81 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal Lahiaro, mengatakan pengerahan armada dilakukan hingga tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi penumpukan sampah serta menjaga sejumlah lokasi yang menjadi pusat kegiatan maupun destinasi Rakernas JKPI.

“Menjelang 17 Agustus ini tugas paling pokok kami dari DLH ini menyangkut dengan kebersihan. Kami berkolaborasi dengan dinas, kecamatan serta kelurahan,” kata Asmal pada Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan setiap persoalan persampahan yang muncul di lingkungan masyarakat dapat segera ditangani.

“Armada kami kerahkan semua. Yang ada armada di DLH maupun di kecamatan kami kerahkan semua,” ujarnya.

Selain kawasan permukiman, DLH juga memprioritaskan kebersihan sejumlah lokasi pusaka yang masuk dalam rangkaian kunjungan peserta Rakernas JKPI XII.

Lokasi tersebut di antaranya Benteng Oranje, Benteng Toloko, Geopark Batu Angus, Grand Fatma hingga kawasan Tongole yang menjadi salah satu lokasi makanan adat.

“Tempat-tempat itu kami akan sterilkan. Karena menjaga kemungkinan tim akan turun di situ,” katanya.

Asmal mengatakan penataan kawasan pusaka menjadi perhatian karena peserta Rakernas JKPI tidak hanya mengikuti agenda persidangan, tetapi juga akan melihat langsung berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kota Ternate.

“Tim ini ingin melihat jejak rekam Ternate tempo dulu,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan Kota Ternate yang bersih, indah dan memiliki nilai estetika sehingga masyarakat maupun tamu daerah merasa nyaman selama dua momentum tersebut berlangsung.

“Tujuannya cuma satu, bagaimana menciptakan Ternate yang punya estetika dan indah dipandang. Sehingga masyarakat betul-betul merasa nyaman dengan adanya momentum ini,” pungkasnya.***