Usai Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Gubernur Malut Ajak Warga Rawat Perdamaian
CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, keharmonisan, dan kedamaian di tengah munculnya ajakan referendum yang beredar di media sosial, termasuk rencana aksi pada 25 Agustus 2026.
Imbauan tersebut disampaikan Sherly usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Sofifi, Maluku Utara, Senin, 17 Agustus 2026.
Sherly mengatakan, masyarakat Maluku Utara harus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, Indonesia merupakan rumah besar yang dihuni masyarakat dengan latar belakang berbeda, baik suku, bahasa, agama maupun budaya.
“Kita ini tinggal di rumah besar Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda-beda, beda bahasa, suku, warna kulit, agama, tapi kita semua adalah saudara dan setanah air, satu bahasa, dan NKRI,” kata Sherly.
Ia menegaskan, menjaga keamanan dan keharmonisan merupakan tanggung jawab bersama agar situasi di Maluku Utara tetap aman dan damai.
“Tugas kita menjaga keamanan, keharmonisan, kedamaian yang ada di rumah besar Bhinneka Tunggal Ika Republik Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, ajakan referendum disebut turut beredar melalui media sosial setelah adanya aksi serupa di Aceh. Di Maluku Utara, informasi mengenai ajakan aksi pada 25 Agustus 2026 juga mulai tersebar di sejumlah platform media sosial.
Dalam kesempatan itu, Sherly juga menanggapi adanya sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang terlihat duduk saat pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI.
Ia mengatakan, ASN yang dianggap tidak disiplin akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau BKD, ada namanya disiplin. Kasih hukuman disiplin. Nanti diproses,” tegasnya.***





Tinggalkan Balasan