Tara No Ate Perkuat Stok Oleh-oleh Jelang Rakernas JKPI
CARITA KOTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Ternate melalui Swalayan Tara No Ate sebagai pusat oleh-oleh khas Ternate terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII yang dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Agustus 2026.
Manager Swalayan Tara No Ate Kota Ternate, Burhanudin Rope, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, terutama melalui koordinasi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra Tara No Ate.
“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan diri dari beberapa bulan yang lalu bersama teman-teman yang bermitra dengan Tara No Ate, terutama pelaku usaha UMKM, untuk menyambut berbagai agenda event yang berlangsung di Kota Ternate tahun 2026 ini,” kata Burhanudin, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, pelaksanaan Rakernas JKPI menjadi momentum penting karena Tara No Ate turut menjadi salah satu destinasi wisata belanja bagi para tamu yang datang ke Kota Ternate.
Ia menyebut, sebagai bagian dari mitra pemerintah, pihaknya harus memastikan seluruh kebutuhan pengunjung, khususnya produk oleh-oleh khas Ternate, tersedia selama pelaksanaan kegiatan.
“Karena Tara No Ate disebut sebagai destinasi wisata belanja, otomatis kami harus mempersiapkan diri, apalagi Tara No Ate merupakan bagian dari mitra pemerintah,” ujarnya.
Burhanudin menjelaskan, pihak Dekranasda Kota Ternate juga telah menginstruksikan agar ketersediaan stok produk lokal diperkuat selama momentum Rakernas JKPI.
Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, para pelaku UMKM diminta menyiapkan stok produk di tempat usaha masing-masing sehingga dapat segera dikirim ke Tara No Ate ketika persediaan di toko membutuhkan tambahan.
“Kemarin kami sudah bicara dengan teman-teman UMKM pelaku usaha. Mereka akan ready produknya dan stok di rumah. Kalau kami butuh, tinggal langsung order. Jadi teman-teman pelaku UMKM sudah punya stok ready di rumah,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan produk, Tara No Ate juga memperpanjang fleksibilitas penerimaan produk selama gelaran JKPI berlangsung. Jika biasanya pengelolaan administrasi dilakukan pada pagi hingga sore hari, selama event berlangsung pelayanan akan disesuaikan dengan jam operasional toko.
“Kali ini untuk gelaran event, kami bekerja seterusnya, dari toko mulai buka sampai toko tutup. Kami tidak membatasi UMKM untuk memasukkan produk. Kapan saja mereka mau memasukkan produk, selama toko masih buka kami terima,” katanya.
Sejumlah produk khas Ternate telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan para tamu Rakernas JKPI. Produk tersebut antara lain minuman pala, wastra, tenun, batik, manisan pala hingga berbagai olahan kenari.
Burhanudin memperkirakan produk berbahan dasar kenari akan menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diminati para tamu.
“Termasuk juga makrom kenari, stik kenari, kenari goreng, buah kenari, kenari panggang. Itu yang pasti akan paling banyak diburu. Segala macam yang berbaur olahan kenari pasti akan jadi incaran,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan