Gen Z dan Gen Alfa Jadi Kunci Regenerasi Kota Pusaka Ternate
CARITA KOTA – Upaya menjaga identitas Kota Ternate sebagai kota pusaka dinilai tidak cukup hanya dengan mempertahankan bangunan dan jejak sejarah. Regenerasi pengetahuan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 yang digelar di Aula Banau, Kampus FKIP Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Jumat, 28 Agustus 2026.
Seminar yang mengangkat tema “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka” tersebut menjadi ruang untuk membahas bagaimana sejarah dan identitas kota dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair Ternate, Hasan Hamid, mengatakan city gallery tidak semestinya hanya menjadi ruang untuk menyimpan dan memamerkan sejarah. Lebih dari itu, ruang tersebut harus mampu menjadi tempat masyarakat mengenal kotanya sekaligus mendorong berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, ekonomi kreatif dan kebudayaan.
Menurut Hasan, city gallery dapat dimanfaatkan anak-anak untuk mempelajari sejarah, mahasiswa untuk melakukan riset, hingga pelaku UMKM untuk mempromosikan produk yang memiliki keterkaitan dengan identitas lokal.
Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan sejarah Ternate tidak semakin jauh dari generasi muda, terutama Gen Z dan Gen Alfa yang akan menjadi pewaris identitas kota di masa mendatang.
“Jangan sampai mereka mengetahui cengkih dan pala hanya sebagai komoditas, tetapi tidak memahami bagaimana rempah tersebut pernah menghubungkan Ternate dengan dunia. Karena itu, city gallery harus hadir dengan bahasa generasi baru,” ujar Hasan.
Ia menegaskan, pembangunan kota pusaka tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Diperlukan kolaborasi heksahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, serta pelaku kreatif dan budaya.
Dalam konteks tersebut, Unkhair menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian melalui penguatan riset dan inovasi. Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain sejarah, budaya, arsitektur, lingkungan, jalur rempah, ekonomi kreatif hingga pariwisata.
“Unkhair siap mengambil bagian dalam kolaborasi, mendorong riset sejarah, budaya, arsitektur, lingkungan, jalur rempah, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Kami siap mengembangkan inovasi digital untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Ternate,” katanya.
Hasan menambahkan, kekuatan sebuah kota pusaka tidak hanya diukur dari kemampuannya menjaga peninggalan masa lalu. Yang lebih penting adalah bagaimana warisan tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi untuk membangun masa depan.
“Kota pusaka yang kuat bukan hanya kota yang mampu menjaga masa lalu, tetapi juga mampu menjadikan masa lalu sebagai fondasi untuk menciptakan masa depan,” tegasnya.
Seminar Nasional Rakernas XII JKPI ini merupakan kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate dengan Unkhair Ternate.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan kesepahaman antara JKPI, Perpustakaan Nasional RI, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait penyelenggaraan kearsipan dan perpustakaan pada jaringan kota pusaka.
Kesepahaman juga dilakukan antara ANRI dan Unkhair Ternate mengenai penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kearsipan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Joko Santoso, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan ANRI Andi Abubakar, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, serta Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal.
Melalui seminar tersebut, transformasi city gallery diharapkan tidak berhenti pada pembangunan ruang fisik, tetapi berkembang menjadi ruang inklusif yang mempertemukan sejarah, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat.***





Tinggalkan Balasan