CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebutkan tetap menjalankan program penanganan drainase dan pemeliharaan jalan di tengah keterbatasan anggaran tahun 2026.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib mengatakan, program drainase tahun ini difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Ternate Utara, Ternate Tengah, dan Ternate Selatan.

“Dengan keterbatasan anggaran, program drainase masih ada. Masih ada tiga titik kecamatan, Utara, Tengah, dan Selatan,” kata Rus’an kepada caritakota.com, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, pekerjaan drainase saat ini telah dimulai di Kecamatan Ternate Selatan. Sementara penanganan di Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Tengah masih dalam proses persiapan.

Rus’an menyebutkan, anggaran yang dialokasikan untuk program drainase tahun ini kurang dari Rp1 miliar dan harus dibagi untuk tiga kecamatan.

“Memang pagu terbatas. Biasanya kita tahun-tahun sebelumnya miliaran, tapi tahun ini hanya dialokasikan untuk tiga kecamatan, itu tidak sampai Rp1 miliar. Jadi dibagi tiga ratus-tiga ratus, ada 300, 3 setangah dan 300,” ujarnya.

Rus’an memastikan Dinas PUPR tetap berupaya mengoptimalkan anggaran tersebut untuk menyelesaikan sejumlah titik drainase yang dinilai bermasalah.

Selain pembangunan dan perbaikan drainase, Dinas PUPR juga mendapat dukungan tim task force untuk melakukan pengangkatan sedimen dan sampah dari saluran drainase.

Karena itu, Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemerintah kelurahan, untuk ikut menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah ke dalam saluran.

Menurutnya, penyumbatan drainase tidak hanya disebabkan oleh sedimen akibat perkembangan kota, tetapi juga sampah yang dibuang sembarangan.

“Kalau tersumbat karena sedimen mungkin itu problem perkembangan kota. Tapi kalau sampah, menjadi masalah kita semua. Jadi masalah bersama, kita harus tangani bersama,” katanya.

Sementara itu, untuk program pemeliharaan jalan, Dinas PUPR tahun ini menangani tujuh ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Beberapa ruas yang masuk dalam penanganan antara lain, jalan di depan Makmur Utama dengan panjang sekitar 50 meter, ruas jalan Maliaro di kawasan TVRI sekitar 400 meter, serta ruas Sigi Heku di Kecamatan Ternate Utara yang panjangnya hampir 400 meter.

Selain itu, penanganan juga dilakukan di ruas Cempaka menuju Rumah Sakit Tanah Tinggi dan Lingkungan Jan, Jalan Wijaya Kusuma di kompleks pohon pala Jalan Tengah, serta ruas Jalan Salahudin di sekitar TK Alkhairat.

Rus’an mengatakan, sejumlah ruas tersebut diprioritaskan karena mengalami kerusakan cukup berat atau kondisi aspal yang sudah aus.

Untuk Jalan Wijaya Kusuma, misalnya, kondisi aspal disebut telah mengalami keausan setelah lebih dari 10 tahun tidak dilakukan pelapisan ulang.

“Memang kondisi aspal sudah haus. Sebagian besar masih bisa digunakan, tapi sudah haus. Jadi kategorinya sudah harus diperbaiki,” jelasnya.

Rus’an menegaskan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, dua program utama Dinas PUPR, yakni penanganan drainase dan pemeliharaan jalan, tetap berjalan pada tahun ini.***