CARITA KOTA – Perkuat kapasitas bersama kaum muda, Perkumpulan PakaTiva Maluku Utara gelar pelatihan pemetaan desa partisipatif melalui pemanfaatan data spasial dan teknologi digital. Kegiatan yang digelar di Ternate itu berlangsung selama Tiga hari pada 17-19 September 2026.

Direktur Perkumpulan PakaTiva Maluku Utara, Zafira Daeng Barang, mengatakan pemetaan partisipatif menjadi bagian penting dalam membantu mengidentifikasi dan mendokumentasikan kondisi wilayah, termasuk aspek sosial dan lingkungan.

“Pemetaan partisipatif penting karena tidak hanya menjadi alat untuk mengetahui kondisi wilayah, tetapi juga membantu mendokumentasikan informasi sosial dan ekosistem yang ada di dalamnya,” kata Zafira seusai kegiatan pelatihan hari kedua, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, pemetaan partisipatif dapat digunakan untuk mendokumentasikan ruang hidup masyarakat, seperti wilayah adat, situs budaya, sumber mata air, kawasan pesisir, dan laut yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat materi mengenai konsep dasar peta, jenis peta, data pokok peta, hingga sumber data yang dapat digunakan dalam proses pemetaan.

Sementara materi pemetaan disampaikan Zulhan Arifin Harahap dari Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Khairun.

Peserta diperkenalkan dengan peta dasar sebagai landasan dalam pembuatan peta, seperti peta wilayah administrasi kabupaten/kota dan citra satelit. Selain itu, dibahas pula data peta tematik yang menampilkan informasi tertentu, seperti lahan terbangun, hutan desa, sungai, ekosistem pantai, hingga titik koordinat batas desa.

Materi juga mencakup sumber data pemetaan yang dapat diperoleh melalui data daring atau internet maupun data primer yang dikumpulkan langsung dari lapangan atau desa.

Peserta kemudian diberikan pemahaman mengenai data spasial atau geografis, termasuk data posisi suatu objek di permukaan bumi berdasarkan koordinat lintang dan bujur. Data tersebut dapat berbentuk titik, garis, maupun bidang atau polygon yang dilengkapi identitas dan atribut objek.

Zafira menyebut pelatihan ditargetkan menghasilkan satu peta wilayah baru dampingan PakaTiva, menghimpun informasi sosial dan ekosistem pesisir serta laut di pulau-pulau kecil.

Sekedar diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh staf Perkumpulan PakaTiva dan kaum muda Estuaria Maluku Utara.

Perkumpulan PakaTiva sendiri merupakan organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam penguatan literasi, pelestarian budaya, perlindungan ekologi, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas.***