CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara, Sehrly Tjoanda mengancam akan menggantikan kepala sekolah jika menemukan fasilitas pendidikan tidak terurus, terutama pada sekolah yang menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dalam jumlah besar.

Gubernur menyoroti masih adanya sekolah dengan jumlah siswa ratusan hingga lebih dari 1.000 orang yang menurutnya memiliki fasilitas minim meski menerima dana operasional hingga miliaran rupiah per tahun.

Sherly mencontohkan temuan berupa kipas angin yang minim, proyektor terbatas, lampu ruang kelas yang tidak diganti dalam waktu lama, toilet tersumbat, hingga ruang UKS yang kosong.

“Kalau saya pergi ke sekolah, sidak, kemudian lampu mati lebih dari satu bulan, UKS kosong, setiap kelas tidak ada kipas angin, setiap kelas tidak ada proyektor, terutama buat mereka yang punya uang BOSP Rp1 miliar ke atas per tahun, langsung hari itu saya telepon kepala dinas ganti kepala sekolah,” tegas Sherly dalam Rapat Koordinasi Pendidikan yang berlangsung di Ternate, Rabu 23 September 2026.

Menurut gubernur, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi pada sekolah yang memperoleh dana operasional cukup besar.

Ia menilai kepala sekolah harus melakukan pengawasan langsung terhadap kondisi ruang belajar dan fasilitas sekolah.

“Kepala sekolah punya tugas minimal satu minggu sekali masuk ke ruangan, lihat debu sudah satu senti kah, lampu mati kah, toilet,” katanya.

Gubernur menekankan tugas kepala sekolah dan guru bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga memastikan lingkungan pendidikan mendukung proses belajar siswa.

Ia meminta kepala sekolah memberikan contoh kedisiplinan dan tanggung jawab kepada siswa.

Sekedar diketahui, dalam rapat tersebut dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Menengah dan Khusus, Kemendikdasmen Tatang Muttaqin, dan Direktur Sekolah Menengah Atas Yuli Hariayanto, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara Abubakar Abdullah, serta seluruh kepala sekolah se-Maluku Utara.***