CARITA KOTA – Setelah tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Ternate menurun pada 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate mengajak generasi muda memanfaatkan media digital untuk membangkitkan budaya literasi melalui konten-konten edukatif dan inspiratif. Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur di kantornya saat membuka Lomba Video Konten Literasi, Rabu 22 Juli 2026.

 

Safia mengatakan, lomba pembuatan video edukatif itu bertujuan memperluas penyebaran budaya literasi, termasuk budaya membaca dan literasi digital. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempromosikan layanan perpustakaan sekaligus mendorong kreativitas generasi muda menghasilkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Melalui video konten literasi ini kami ingin menyebarluaskan informasi tentang perpustakaan dan budaya membaca, sekaligus menumbuhkan semangat kreativitas generasi muda agar mampu menghadirkan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif bagi masyarakat,” kata Safia.

 

Menurutnya, pemanfaatan video sebagai media kampanye literasi dinilai efektif menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda yang aktif menggunakan platform digital. Kehadiran konten edukatif juga diharapkan menjadi penyeimbang di tengah maraknya konten negatif di media sosial.

 

Safia mengungkapkan, tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Ternate mengalami penurunan pada 2025, setelah pada 2024 berhasil menempati peringkat pertama.

 

“Pada 2025 tingkat kegemaran membaca kita mengalami penurunan. Karena itu, peningkatan budaya membaca bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

 

Sebagai langkah meningkatkan kembali minat baca masyarakat, Dispersip menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pada 2026 ditempatkan di 39 perpustakaan kelurahan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas literasi hingga ke tingkat kelurahan.

 

“Kami berharap melalui mahasiswa KKN, minat baca masyarakat di setiap kelurahan dapat meningkat. Perpustakaan kelurahan harus dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas membaca yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” pungkasnya.

 

Safia juga mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti Lomba Video Konten Literasi dan mengajak generasi muda terus berkolaborasi menghasilkan karya yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.***