CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 di Sofifi, Senin 27 Juli 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang masih menjadi yang tertinggi secara nasional harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Menurutnya, tanpa SDM yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi tidak akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Semester I ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,6 persen. Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Sherly.

Ia menjelaskan, pendidikan vokasi tidak hanya mempersiapkan peserta untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan dan inovator yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan SDM memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Abdul Aziz, menyampaikan Kemnaker menargetkan sebanyak 6.600 peserta mengikuti pelatihan vokasi di Maluku Utara sepanjang 2026.

Menurutnya, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Selain membuka pelatihan, Gubernur Sherly juga menyerahkan bantuan 64 unit komputer untuk mendukung pengembangan fasilitas BPVP Sofifi. Sebanyak 32 unit dianggarkan melalui APBD Perubahan, sementara 32 unit lainnya berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ada 32 komputer dari APBD Perubahan dan 32 komputer lagi lewat skema CSR,” ungkapnya.

Sherly berharap dukungan sarana tersebut dapat memperkuat ekosistem pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi di Maluku Utara.

Sementara itu, salah seorang peserta, Sarmila Asri (22), mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan secara gratis. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantunya memperoleh pekerjaan.

Peserta lainnya, Abdul Rouf (25), mengatakan pelatihan tersebut menjadi bekal untuk mewujudkan cita-citanya bekerja di sektor pertambangan.

“Alhamdulillah saya senang bisa ikut pelatihan ini. Terima kasih Ibu Gubernur,” katanya.

Di akhir kegiatan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kemnaker melalui BPVP Sofifi yang dinilai berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja di Maluku Utara. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat guna mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing sesuai kebutuhan industri.***