Pemkot Ternate Komitmen Ritual Ake Ma Sou Jadi Penguat Pelestarian Sumber Air
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate menyampaikan komitmennya menjaga kelestarian sumber air melalui pelestarian kearifan lokal. Salah satunya dengan mempertahankan ritual adat Ake Ma Sou di kawasan Ake Gaale sebagai pengingat pentingnya menjaga sumber air yang menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, seusai menghadiri ritual Ake Ma Sou di kawasan sumber air Ake Gaale, di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Senin, 3 Agustus 2026.
Tauhid mengatakan, Ake Gaale memiliki peran strategis sebagai sumber air baku utama Perumda Ake Gaale. Ia menyebutkan, selama lima tahun terakhir, kawasan tersebut menyumbang sekitar 60 persen pasokan air baku yang didistribusikan kepada masyarakat Kota Ternate.
“Karena itu, melalui pelaksanaan ritual ini kita berupaya mengembalikan dan memelihara kearifan lokal agar sumber air tetap terjaga,” tutur Tauhid.
Ia mengapresiasi konsistensi komunitas Save Ake Gaale yang selama ini aktif menjaga kelestarian kawasan mata air. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber air di tengah ancaman pencemaran dan perubahan lingkungan.
Menurut Tauhid, ritual Ake Ma Sou tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi mengandung pesan moral yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah, meludah, maupun buang air kecil dan besar di sekitar sumber air tersebut.
“Pesan utama dari ritual ini adalah menjaga sumber air. Kalau tradisi ini terus dipelihara, maka sumber air yang memberikan kehidupan bagi masyarakat Kota Ternate juga akan tetap lestari,” kata Wali Kota Ternate.
Tauhid juga menyampaikan program konservasi yang pernah dilakukan bersama USAID IUWASH pada 2017. Di mana, kata dia, pembangunan sumur resapan baru terealisasi sekitar 200 unit dari kebutuhan sebanyak 1.000 sumur yang direkomendasikan untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan Ake Gaale.
Menurutnya, upaya konservasi harus terus dilanjutkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar keberadaan sumber air tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Ketua Save Ake Gaale, Alwan Arif, berharap ritual Ake Ma Sou dapat menjadi agenda tahunan yang difasilitasi pemerintah sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan konservasi lingkungan.
Ia juga mendorong penataan kawasan sumber air Ake Gaale dan sumber-sumber air lainnya di Kota Ternate agar upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap Pemerintah Kota, Perumda Ake Gaale dan DLH dapat memberikan dukungan agar sistem pembuangan limbah dapat berfungsi maksimal sehingga kualitas air kembali jernih,” bebernya.***





Tinggalkan Balasan