Pemprov Malut Salurkan 7,92 Ton MinyaKita ke Sofifi
CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan sebanyak 7,92 ton atau 660 karton MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sofifi. Pasokan tersebut dikirim dari gudang Perum Bulog Ternate untuk selanjutnya ditampung di gudang pemerintah di Sofifi sebelum didistribusikan kepada lima mitra di Pasar Galala Sofifi. Minggu 30 Agustus 2026.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, M. Rony Saleh, mengatakan pihaknya bersama Bulog mengawasi langsung proses pemuatan MinyaKita yang diperuntukkan bagi stok September tersebut.
“Siang ini bersama staf mengawasi langsung pemuatan MinyaKita stok bulan September sebanyak 7 ton 920 kilogram atau 660 karton untuk distribusi ke Sofifi,” ujar Rony.
Ia menjelaskan, setelah tiba di Sofifi, MinyaKita akan ditampung terlebih dahulu di gudang pemerintah. Selanjutnya, pasokan tersebut didistribusikan atau dilakukan top up kepada lima mitra pasar di wilayah Galala Sofifi.
Menurut Rony, pasokan MinyaKita yang diterima Bulog berasal dari Jawa Timur. Pemprov Maluku Utara melalui Disperindag kemudian berkoordinasi dengan Bulog untuk mendukung distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut ke sejumlah pasar.
“Selama ini Bulog yang menerima supply dari Jawa Timur. Setelah sampai di Bulog, kami bekerja sama untuk mendukung distribusi pangan ini ke mitra-mitra yang ada di pasar,” katanya.
Rony mengatakan pola distribusi dari gudang Bulog ke pasar telah dilakukan secara berkala. Selain Sofifi, penyaluran MinyaKita juga telah dilakukan ke Kota Ternate.
Pemprov Maluku Utara, lanjutnya, berencana memperluas distribusi MinyaKita ke kabupaten dan kota lainnya agar ketersediaan minyak goreng bersubsidi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Ke depan ini menjadi catatan buat kami agar bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, sehingga distribusi ini bisa menyeluruh di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Manajer Bisnis Perum Bulog Ternate, Afrianto Ardi, memastikan ketersediaan MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih mencukupi hingga sekitar dua bulan ke depan.
“Distribusi hari ini ke wilayah sekitar,” kata Afrianto.
Ia menyebutkan, stok MinyaKita tersebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur, dan selanjutnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Maluku Utara.
Menurut Afrianto, penyaluran MinyaKita tidak dilakukan berdasarkan jadwal tetap setiap pekan, tetapi menyesuaikan kondisi persediaan di pasar dan gudang.
“Untuk mekanisme distribusinya tergantung kekosongan di pasar dan di gudang,” ujarnya.
Afrianto menambahkan, kelancaran pasokan juga dipengaruhi proses pengiriman melalui jalur laut. Meski demikian, secara umum stok MinyaKita saat ini masih berada dalam kondisi aman.
“Kalau mengangkut kapal sampai di sini, ada kendala saja. Itu faktor lainnya,” katanya.***





Tinggalkan Balasan