Tekan Pengangguran, Disnaker Ternate Bekali 160 Pencaker dengan Keterampilan
CARITA KOTA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ternate terus mendorong peningkatan keterampilan dan produktivitas pencari kerja (pencaker) melalui berbagai program pelatihan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 160 pencaker telah terdaftar mengikuti program pelatihan yang digelar Disnaker.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kota Ternate, Mohtar Haeruddin, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi pencari kerja.
“Sesuai dengan instruksi Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tugas pokok kita adalah bagaimana untuk mengurangi pengangguran, mencerdaskan pencaker untuk peningkatan skil dan produktivitas,” kata Mohtar kepada caritakota.com, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah program pelatihan yang telah dilaksanakan sejak April hingga Agustus 2026, meliputi menjahit, tata kecantikan, barista, hidroponik, kelistrikan, serta furnitur dan desain interior menggunakan High Pressure Laminate (HPL).
Dari berbagai program tersebut, total peserta yang terdaftar mencapai 160 orang. Setiap program pelatihan diikuti satu kelas yang terdiri dari 16 peserta.
“Setiap item program yang ada itu satu kelas 16 orang. Jadi jumlah paket satu kelas itu 16, kecantikan 16, hidroponik 16, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Mohtar, pelatihan tidak hanya diarahkan agar peserta memiliki keterampilan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan usaha secara mandiri. Bahkan, jika usaha yang dikembangkan tumbuh, peserta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Disnaker Kota Ternate menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate dalam memberikan pelatihan sesuai bidang yang tersedia.
“Karena itu, kita mengadakan kerja sama dengan pihak Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate untuk melatih pencaker sesuai bidang pelatihan yang ada,” terangnya.
Mohtar menilai program pelatihan menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka pengangguran. Namun, ia menyayangkan adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada tidak tersedianya bantuan sarana penunjang bagi peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
“Itu sebenarnya diharuskan. Cuma karena memang dengan adanya efisiensi ini, sehingga untuk bantuan sarana penunjang tidak ada tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap dukungan anggaran untuk sarana penunjang dapat kembali tersedia pada tahun mendatang, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki dukungan untuk mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
“Mudah-mudahan ke depan itu ada (anggaran untuk bantuan sarana penunjang). Karena memang biasanya begitu, di tahun lalu itu tetap diberikan,” tambah Mohtar.
Karena itu, ia berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menindaklanjuti keterampilan yang diperoleh dengan mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitas.
“Harapan saya itu, semoga ada tindak lanjut dari apa yang mereka dapat di pelatihan untuk dapat meningkatkan skilnya. Kemudian, mengurangi pengangguran. Artinya mereka bisa buka usaha. Usaha ini kan pasti butuh karyawan, dari sini mereka bisa membuka lapangan kerja,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan