DPRD Ternate Dorong Pemkot Tambah Ambulans Laut Bagi Wilayah Bahim
CARITA KOTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong Pemerintah Kota Ternate segera menyiapkan penambahan armada transportasi laut atau ambulans laut untuk menunjang pelayanan masyarakat di tiga kecamatan terluar, yakni Batang Dua, Hiri, dan Moti (Bahim).
Pernyataan tersebut mengemuka usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Ternate bersama Dinas Kesehatan Kota Ternate, Dinas Perhubungan, dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbangda), Rabu, 2 September 2026.
RDP tersebut dilakukan untuk merespons perihal keterlambatan ambulans laut dalam memberikan pelayanan terhadap warga Pulau Moti yang sakit saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoerie di Pulau Ternate.
Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subu mengatakan, penambahan armada tersebut diperlukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah BAHIM dapat berjalan lebih maksimal.
“Kalau ini cuma satu, kita sudah sepakat tadi dari DPRD bersama Dinas Kesehatan, Perhubungan, dan Bappeda, kita menyiapkan penambahan armada. Walaupun tidak sebesar sebelumnya, yang penting bisa layak untuk kita pakai melayani masyarakat, khususnya di ketiga pulau luar ini,” kata Amin saat ditemui di halaman Kantor DPRD Kota Ternate, Rabu, 2 September 2026.
Amin menyebutkan, rencana tersebut akan segera dikaji oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Ternate. Ia berharap proses kajian dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah terluar segera ditindaklanjuti.
“Insya Allah di waktu dekat kita secepatnya. Karena tadi Kaban Bappeda sudah menyatakan siap akan mengkaji ini dan secepatnya akan kita perlakukan,” katanya.
Selain penambahan armada, DPRD juga menyoroti persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Amin, armada yang disiapkan harus benar-benar siap beroperasi ketika dibutuhkan, termasuk dukungan BBM.
“Pada saat dibutuhkan armada harus siap, termasuk dengan penyediaan BBM. Kalau memang ada pihak ketiga pun kita ini, sehingga tidak ada rentan kendali. Bahwa terjadi masalah ini karena BBM,” ungkapnya.
Amin menegaskan, peningkatan pelayanan masyarakat di tiga pulau terluar menjadi perhatian DPRD. Menurutnya, setiap persoalan yang dihadapi masyarakat harus direspons pemerintah secara maksimal.
“Kita dari DPRD menginginkan, apapun masalah yang dihadapi masyarakat kita harus menyikapi dengan sebaik-baiknya. Sehingga masyarakat merasa puas, bahwa pelayanan sudah diberikan, sudah maksimal,” tegasnya.
Ke depan, DPRD juga mendorong agar setiap puskesmas di Batang Dua, Moti, dan Hiri memiliki fasilitas transportasi laut sendiri, khususnya ambulans laut. Hal itu dinilai penting untuk mempercepat pelayanan ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis.
“Sekarang kan hanya satu, nah itu masalahnya ada di situ. Itu juga menjadi evaluasi DPRD. Kita meminta kepada institusi terkait untuk memperbaiki atau menyiapkan fasilitas transportasi,” ujarnya.
“Sehingga nanti puskesmas, misalnya Batang Dua, Moti, Hiri itu harus punya ambulans laut sendiri,” tambah Amin.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penyediaan fasilitas kesehatan berupa speedboat atau ambulans laut hanya satu saja tidak cukup, sehingga disebutkanya mesti harus ada penambahan satu armada lagi.
“Karena memang kami di Bappeda sebagai perencana, untuk pelayanan yang maksimal, kami mengusulkan untuk penambahan satu armada lagi di Pulau Moti. Walaupun tidak semewah yang ada ini,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan