Gubernur Sherly Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Pascaterjadi Erupsi Gunung Ibu
CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Senin pagi 7 Agustus 2026.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya aktivitas Gunung Ibu. Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api serta memastikan informasi keselamatan diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan PVMBG, terutama terkait radius yang harus dihindari dan perkembangan aktivitas Gunung Ibu. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas,” ujar Sherly.
Berdasarkan informasi Magma-VEN (Volcanic Eruption Notice) dari Kementerian ESDM, Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Ibu terjadi pada Senin (7/9/2026) pukul 07.33 WIT.
Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28,0 milimeter dan durasi 44 detik. Saat ini, Gunung Ibu berada pada Status Level II atau Waspada.
Sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ibu, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat juga diminta menghindari perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Sherly meminta masyarakat mematuhi rekomendasi tersebut dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berisiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Tidak perlu panik, tetapi jangan pula mengabaikan rekomendasi yang telah dikeluarkan. Pemerintah akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ibu bersama instansi teknis,” katanya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan abu. Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut atau masker serta pelindung mata.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu kepanikan.
“Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Mari kita pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan ikuti arahan pemerintah daerah,” ujar Sherly.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung dan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Ibu.
Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi terkait aktivitas dan rekomendasi keselamatan Gunung Ibu melalui Magma Indonesia serta kanal resmi PVMBG.
Gubernur menegaskan Pemprov Maluku Utara akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait.
Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rekomendasi keselamatan, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.***





Tinggalkan Balasan