Cuaca Ekstrem Ancam Mudik Lebaran 2026 di Malut, Gubernur Imbau Warga Waspada
CARITA KOTA – Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor diperkirakan masih melanda wilayah Maluku Utara sepanjang Maret 2026, bertepatan dengan periode arus mudik dan balik Lebaran. Pemerintah Provinsi Maluku Utara pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan perjalanan.
Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menyusul peringatan dini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui surat Nomor B009/BNPB/D-II BP.03.02/02/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gerakan tanah (longsor) periode Maret 2026.
“Ya, kita terus mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas mudik dengan moda transportasi laut dan darat, untuk waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi saat ini,” ujar Sherly di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Gubernur Maluku Utara, Selasa 10 Maret 2026.
Berdasarkan surat BNPB Nomor B-13/BNPB/D-II/BP.03.02/03/2026, Kabupaten Halmahera Timur masuk kategori potensi banjir tingkat menengah. Sementara potensi gerakan tanah atau longsor diprediksi terjadi di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, dan Pulau Taliabu.
Kepala BMKG Sultan Baabullah, Desindra, menyatakan curah hujan di Maluku Utara sepanjang Maret 2026 masih tergolong tinggi. Karena itu, masyarakat diminta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan cuaca buruk saat mudik.
“Sepanjang Maret ini curah hujan di Maluku Utara masih tinggi. Jadi kita harus siap, saat mudik nanti potensi hujan masih besar,” katanya.
Gubernur juga mengingatkan pemudik yang menggunakan transportasi udara untuk memperhatikan prakiraan cuaca di bandara tujuan. Cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi berpotensi menyebabkan keterlambatan hingga pembatalan perjalanan.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada H-3 atau 17 Maret 2026, dengan jumlah pergerakan masyarakat mencapai 21,2 juta orang secara nasional.
Sherly meminta masyarakat yang bepergian untuk terus berkoordinasi dengan maskapai, operator pelabuhan, serta BMKG guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca di rute perjalanan.“Tetap tenang, jangan sampai membahayakan keselamatan,” pesannya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG berkomitmen memberikan informasi cuaca terbaru dan peringatan dini secara cepat guna memastikan keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.***







Tinggalkan Balasan