CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri tetap terjaga. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat pasokan telur ke Kota Ternate.

Sebanyak 10 kontainer telur pada Jumat 13 Maret 2026 masuk ke Ternate melalui jalur distribusi dari Manado dan Surabaya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat menjelang lebaran.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengarahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memperkuat pemantauan stok dan distribusi bahan pokok di daerah.

“Ada dua hal yang harus kita pastikan menjelang lebaran, yaitu ketersediaan stok dan keterjangkauan harga. Karena itu saya minta OPD terkait terus memantau distribusi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan para agen besar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sherly.

Arahan tersebut ditindaklanjuti Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan para agen besar yang selama ini menjadi penopang distribusi telur di Kota Ternate.

Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sejumlah agen telah menerima pasokan telur dalam jumlah cukup. Agen Hj. Umi di Takoma menerima sekitar 1.131 ikat telur yang tiba pada pagi hari dari Manado dan Surabaya. Sementara agen Asri menerima satu kontainer berisi sekitar 884 ikat telur.

Pasokan lainnya diterima agen di kawasan Kampung Makassar, yakni Hj. Nani dan Hj. Anto yang masing-masing menerima tiga kontainer telur. Sementara agen Marto di kawasan Kelapa Pendek menerima satu kontainer berisi sekitar 884 ikat telur.

Sebagian pasokan tersebut tiba di Pelabuhan Ternate sekitar pukul 14.00 WIT dan langsung dibongkar melalui koordinasi antara pemerintah daerah, KSOP, dan Dinas Perhubungan.

Selain telur, pemerintah daerah juga memantau distribusi komoditas lain seperti beras SPHP dan premium, minyak goreng, gula, serta Minyakita agar tetap tersedia di pasar dengan harga sesuai ketentuan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga kebutuhan masyarakat menjelang lebaran tetap terpenuhi.***