Pemprov Malut Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Waisakai Sula
CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula. Bantuan dikirim pada Senin 16 Maret 2026 setelah banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir merusak rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyatakan pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut. Tim reaksi cepat provinsi telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan bekerja bersama pemerintah kabupaten untuk memastikan penanganan darurat berjalan serta kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Saudara-saudara kita di Sula sedang menghadapi ujian yang berat. Dalam situasi seperti ini yang paling penting adalah memastikan mereka merasa didampingi dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujar Sherly.
Untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah provinsi mengerahkan Kapal Permata Obi guna mengangkut logistik ke lokasi bencana.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula, ikan kaleng, mi instan, susu, teh, dan kopi. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan perlengkapan darurat berupa terpal, matras, selimut, sarung, paket kebersihan, serta perlengkapan bayi untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan di pengungsian.
Data sementara BPBD Kabupaten Kepulauan Sula mencatat sebanyak 95 kepala keluarga atau 335 jiwa terdampak banjir. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan, sementara sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan talud penahan banjir juga dilaporkan rusak.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kepulauan Sula, Syamsudin Ode Maniwi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan warga yang terdampak telah berada di lokasi aman.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat terlindungi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.
Pemerintah provinsi memastikan bantuan akan terus disalurkan secara bertahap sambil memantau kondisi di lapangan bersama pemerintah kabupaten dan pihak terkait. Upaya pemulihan juga akan dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Banjir di Desa Waisakai terjadi pada 12 Maret 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan aliran air meluap ke permukiman warga.***







Tinggalkan Balasan