CARITA KOTA – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memasang alat pemantau kebisingan atau Sound Level Meter (SLM) di sejumlah titik strategis kawasan industri untuk memantau tingkat kebisingan secara real-time.

Langkah ini dilakukan IWIP guna memastikan aktivitas operasional tetap memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja.

Deputy Manager Environmental IWIP, Yofi Safutra, mengatakan pengendalian kebisingan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan industri.

“Pentingnya alat kontrol kebisingan di setiap batas kawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SLM berfungsi mengukur intensitas suara di lingkungan kerja agar tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk melindungi kesehatan pekerja dari risiko gangguan pendengaran serta mengevaluasi sumber kebisingan dari mesin, alat berat, dan aktivitas produksi.

Secara teknis, perangkat tersebut menangkap gelombang suara melalui mikrofon sensitif yang kemudian dikonversi menjadi sinyal listrik dan ditampilkan dalam satuan desibel. Sistem ini juga dilengkapi indikator peringatan otomatis jika terjadi pelanggaran ambang batas.

“Jika indikator menunjukkan status merah atau melebihi ambang batas, tim kami langsung menghubungi PIC atau tim safety di area terkait,” kata Yofi.

Ia menambahkan, tim terkait diberikan waktu maksimal 60 menit untuk melakukan penanganan. Jika tidak ada tindak lanjut, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pemantauan melalui alat, tim Environment IWIP juga melakukan pengukuran kebisingan secara berkala setiap minggu di sejumlah titik, seperti area smelter, akomodasi, perkantoran, dan bandara.

Pemantauan juga dilakukan di wilayah permukiman sekitar perusahaan setiap enam bulan sekali. Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat kebisingan di desa-desa sekitar kawasan masih berada di bawah ambang batas baku mutu.

IWIP menegaskan pengendalian kebisingan tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan pekerja, kenyamanan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan industri.***