BNPB Kirim Bantuan Logistik ke Batang Dua
CARITA KOTA – Kebutuhan logistik warga di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, pascagempa magnitudo 7,6 diperkirakan hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengirim bantuan guna mencegah kekurangan kebutuhan dasar di wilayah terdampak.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, mengatakan bantuan telah diberangkatkan dari Jakarta menggunakan pesawat kargo pada Sabtu 4 April 2026 dan akan didistribusikan ke Batang Dua pada Minggu 5 April 2026 menggunakan kapal milik Basarnas Ternate.
“Logistik yang ada di lokasi saat ini hanya cukup sampai tiga hari, sehingga besok kita berangkatkan bantuan agar masyarakat tidak kekurangan,” ujar Agus.
Bantuan tersebut akan diturunkan di Kota Ternate sebelum diangkut ke Kecamatan Batang Dua, khususnya Pulau Mayau dan Tifure, melalui jalur laut setelah adanya koordinasi antara BNPB dan Basarnas.
Agus menyebut, pihaknya bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, baru saja meninjau langsung kondisi di Pulau Mayau untuk memastikan situasi terkini di lapangan.
Ia mengungkapkan, hingga kini gempa susulan masih terjadi, termasuk dengan magnitudo 5,8, sehingga memengaruhi pendataan kerusakan dan jumlah pengungsi yang masih bersifat dinamis.
“Diperkirakan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 300 jiwa, sementara rumah yang rusak lebih dari 200 unit,” katanya.
Menurutnya, sebagian warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan juga memilih tinggal di luar rumah karena trauma akibat gempa susulan.
Agus menambahkan, dampak terbesar gempa terjadi di Kota Ternate, khususnya di Kecamatan Batang Dua. Sementara wilayah lain seperti Halmahera Barat, Halmahera Tengah, dan Kota Tidore Kepulauan juga terdampak, namun sebagian warga di daerah tersebut telah kembali ke rumah masing-masing.
BNPB mencatat dua daerah di Maluku Utara telah menetapkan status tanggap darurat, yakni Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Penetapan status ini dinilai penting untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
“Status tanggap darurat ini penting agar langkah penanganan, khususnya pemenuhan kebutuhan pengungsi, bisa dilakukan secara maksimal,” tandasnya.***







Tinggalkan Balasan