CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menginstruksikan percepatan perbaikan rumah ibadah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,6 di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

Instruksi tersebut disampaikan saat Sherly melakukan kunjungan ke Pulau Mayau, Sabtu 11 April 2026, menyusul permintaan warga yang menginginkan adanya perhatian pemerintah terhadap kerusakan sejumlah rumah ibadah.

Dalam kunjungannya, Sherly meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah, khususnya di Kelurahan Mayau. Ia meminta warga segera menyusun proposal agar bantuan perbaikan dapat difasilitasi melalui anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Nanti koordinasi dengan pendeta untuk buat proposal, supaya saya bisa cari CSR untuk bantu,” ujar Sherly.

Selain itu, ia juga menginstruksikan ajudannya untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara guna menghitung kebutuhan anggaran melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sherly menegaskan, tim teknis harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan perhitungan dilakukan secara akurat, mengingat terdapat bagian bangunan yang harus dirobohkan.

“Kamu koordinasi dengan PU, mereka harus turun langsung dan hitung RAB dengan benar,” katanya.

Selain di Kelurahan Mayau, gubernur juga meninjau dua rumah ibadah lain yang terdampak gempa, masing-masing di Kelurahan Lelewi dan Kelurahan Bido.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly turut mengunjungi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Warga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan kondisi mereka, termasuk rasa trauma akibat gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Batang Dua.

Sekedar diketahui, kunjungan Gubernur Maluku Utara itu didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Basarnas Ternate, Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, para pimpinan OPD serta u sur TNI-Polri.***