CARITA KOTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate menekankan penggunaan air secara bijaksana guna penyaluran tetap stabil dan merata bagi seluruh masyarakat.

Menurut Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, untuk jangka pendek proses penyalurannya dilakukan secara bertahap, terutama bagi masyarakat di daerah ketinggian akan diperuntukkan dua sampai tiga hari penyaluran.

“Untuk daerah ketinggian, kita terkendala peralatan, infrastruktur, dan sumber air. Sehingga jangka pendek ini bergilir, prosesnya ada yang jalan dua hari, satu hari harus mati. Karena memang itu yang menjadi cara agar semua bisa menikmati air bersih,” kata Firman kepada caritakota.com, Senin, 27 April 2026.

Sementara jangka panjang, dikatakan, akan dilakukan pembangunan sumber air untuk daerah ketinggian. Disebutkan, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan retribusi air dapat tersalur secara menyeluruh.

“Itu saya sudah anggarkan, saya sudah bicara dengan Kepala Bapelitbangda, dan juga dengan Kepala Dinas PU. Sehingga tahun depan itu ada yang akan dibangun,” ujar Firman.

Firman mengatakan, terus berupaya melakukan yang terbaik untuk membantu masyarakat menikmati air bersih, terutama perhatiannya terhadap masyarakat di daerah ketinggian. Meski demikian, ia menyampaikan, tetap melayani keluhan masyarakat terkait kendala di lapangan.

Firman mengingatkan, agar masyarakat tetap bijaksana dalam mengelola air, salah satu solusinya adalah dengan menyediakan bak penampungan berupa profil untuk mengantisipasi kekurangan air.

“Ketika air jalan diisi dulu, kemudian digunakan dengan lebih hemat. Jadi saat air berhenti berarti bisa pakai yang sudah diantisipasi baik profil atau di tampungan,” tuturnya.

Untuk itu, menurutnya, menggunakan air secara bijaksana, termasuk menghemat air, merupakan tanggung jawab bersama.

Dikatakan, penggunaan air dalam sehari tercatat kurang lebih 1 juta kubik. “Kita punya pencatatan meter, jadi setiap bulan kita bisa lihat pemakaian air di titik pengguna secara otomatis,” ujarnya.

Sementara, kata dia, jumlah pelanggan di Kota Ternate terhitung sekitar 36 ribu lebih. Termasuk tunggakan pelanggan yang tercatat berada di kisaran Rp13 miliar.

“Tunggakan pelanggan sejauh ini sekitar Rp13 miliar. Ada yang sudah terputus karena orangnya sudah tidak ada di sini, kemudian ada juga tunggakan perbulan,” bebernya.

Ia mengatakan, Perumda terus berupaya dan komitmen melakukan terobosan untuk capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya dengan dewan pengawas berkomitmen tahun depan bisa penuhi capaian PAD. Paling tidak ada terobosan kontribusi Perumda kepada pemerintah kota,” pungkasnya.***