Pemprov Malut Datangkan 88 Ton Minyakita
CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan sebanyak 88 ton minyak goreng Minyakita segera masuk ke Ternate untuk mengatasi kelangkaan yang dikeluhkan pelaku UMKM dan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan pengiriman Minyakita merupakan hasil koordinasi cepat antara Pemprov Malut, Kementerian Perdagangan, dan Bulog Pusat.
“Pada kloter pertama ini, kapal akan membawa sekitar 88 ton Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM di Maluku Utara,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan, Gubernur Maluku Utara sebelumnya telah mengusulkan penambahan kuota Minyakita kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan setelah stok penjualan di gudang Bulog mengalami kekosongan.
Menurut Ronny, kapal pengangkut Minyakita yang awalnya dijadwalkan tiba pada 17 Mei mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca. Namun, distribusi diperkirakan tiba di Ternate pada 21 hingga 22 Mei 2026.
“Bongkar muat akan langsung dilakukan pada 22–23 Mei agar segera disalurkan kepada mitra Bulog dan pelaku usaha di daerah,” katanya.
Masyarakat dan pelaku UMKM nantinya dapat memperoleh Minyakita melalui jaringan mitra Bulog dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Selain itu, Disperindag Malut juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan perkembangan harga minyak goreng di pasaran guna menjaga stabilitas pasokan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga membuka peluang bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk bermitra dengan Bulog dalam distribusi Minyakita. Persyaratannya meliputi KTP, NPWP, NIB, serta kesiapan dana pembelian secara tunai.
Ronny menambahkan, percepatan distribusi dilakukan karena pemerintah memahami kondisi pelaku UMKM yang terdampak akibat kelangkaan minyak goreng sebagai bahan baku usaha.***






Tinggalkan Balasan