CARITA KOTA – Pelatihan barista yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ternate bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) resmi memasuki tahap uji kompetensi. Selain barista, peserta pelatihan tata kecantikan dan hidroponik juga menjalani tahapan serupa setelah mengikuti pelatihan selama 12 hari.

Instruktur Ahli Muda Disnaker Kota Ternate, Nurain Mochtar, mengatakan uji kompetensi diawali dengan ujian tertulis dan dilanjutkan praktik. Untuk pelatihan barista kelas A, ujian praktik berlangsung selama dua hari, sedangkan kelas B akan mengikuti pelatihan dan uji kompetensi pada 15 hingga 24 Juli 2026.

“Awalnya peserta mengikuti ujian tertulis, kemudian dilanjutkan dengan praktik. Untuk barista kelas A praktik berlangsung hari ini dan besok, sementara kelas B akan mulai pada 15 sampai 24 Juli,” ujar Nurain, kepada caritakota.com, Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi sesuai bidang yang diikuti.

Menurutnya, pelatihan hidroponik diharapkan mampu mendorong peserta memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara produktif, sedangkan peserta tata kecantikan diharapkan dapat langsung mengaplikasikan keterampilannya kepada masyarakat, seperti membuka jasa tata rias.

Sedangkan, untuk pelatihan barista, Disnaker mengakui tantangan terbesar yang dihadapi peserta setelah lulus adalah keterbatasan fasilitas dan peralatan. Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk membuka peluang penempatan kerja.

“Kami akan menyurat ke restoran dan kafe yang ada di Kota Ternate agar dapat menampung peserta yang telah mengikuti pelatihan. Harapannya, ilmu yang mereka peroleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan barista, Syahdan, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin memperdalam keterampilan meracik kopi.

“Saya pernah bekerja, tetapi belum benar-benar memahami cara meracik kopi. Saat tahu Disnaker membuka pelatihan, saya langsung mendaftar dan alhamdulillah lolos,” ungkapnya.

Syahdan berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk bekerja sebagai barista. Ia juga bercita-cita membuka usaha kopi secara mandiri di masa mendatang.

“Setelah dari sini saya ingin bekerja menjadi barista. Saya juga ingin membuka usaha sendiri. Saya bersyukur bisa ikut pelatihan karena mendapat banyak ilmu,” pungkasnya.***