Buka Konfercab PCNU, Sekda Ternate Dorong NU Perkuat Pembinaan Generasi Muda
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate meminta dukungan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menyukseskan berbagai program strategis daerah, termasuk penanganan persoalan sosial dan penerapan kebijakan pembatasan jam malam bagi pelajar. Dukungan organisasi keagamaan dinilai menjadi kunci agar kebijakan pemerintah berjalan efektif di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Ternate di Aula MTs Negeri 1 Ternate, Senin 13 Juli 2026.
Menurut Rizal, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga berbagai persoalan perkotaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kebutuhan untuk menjaga nilai-nilai moral dan persatuan masyarakat.
“NU diharapkan terus hadir sebagai penguat nilai-nilai moral, menjaga persatuan, dan menjadi penggerak lahirnya generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, serta cinta tanah air,” katanya.
Rizal juga menyoroti persoalan sosial di Kota Ternate, salah satunya aktivitas pelajar di luar rumah hingga larut malam. Ia mengatakan Pemerintah Kota telah menerapkan kebijakan pembatasan jam malam bagi pelajar melalui Peraturan Wali Kota sebagai upaya melindungi generasi muda.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami berharap program-program NU Kota Ternate dapat disinergikan dengan program pemerintah. Berbagai persoalan sosial tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar kebijakan yang diambil benar-benar berhasil,” ujarnya.
Rizal menambahkan, Nahdlatul Ulama selama ini berperan besar dalam menjaga nilai-nilai Islam moderat, memperkuat persatuan bangsa, dan merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU senantiasa menjadi teladan dalam mengedepankan sikap toleran, sejuk, dan menghargai keberagaman,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi di tubuh NU agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
“Yang perlu kita siapkan hari ini adalah kader-kader yang berkualitas, memiliki akhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Konfercab IV PCNU Kota Ternate mengusung tema “Menguatkan Tradisi, Menjaga Marwah, Demi Kemaslahatan Bangsa”. Forum tersebut menjadi agenda tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru.
Kegiatan itu dihadiri Ketua PWNU Maluku Utara Amar Manaf, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate Salmin Abd. Kadir, mantan Rektor IAIN Ternate Prof. Dr. Radjiman Ismail, para pengurus NU, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.***





Tinggalkan Balasan