Digitalisasi Bansos Mulai Diterapkan, Dinsos Ternate: Pengusulan Lebih Cepat dan Transparan
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate melalui Tim Implementasi, Operasional dan Pelaporan Gugus Tugas Proyek Percontohan Penerapan Keterpaduan Layanan Digital pada Program Bantuan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) mulai menerapkan percepatan transformasi digital penyaluran bantuan sosial (bansos). Program ini bertujuan menyederhanakan mekanisme pengusulan, mempercepat proses layanan, sekaligus meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Ternate, Mohammad Irvan Gaus, mengatakan transformasi digital tersebut merupakan bagian dari program Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah yang pada tahap awal difokuskan pada layanan bantuan sosial.
“Tujuan digitalisasi bansos ini agar lebih transparan, mempercepat mekanisme pengusulan, dan menyederhanakan proses. Kalau sebelumnya pengusulan PKH dan BPNT harus melalui sembilan tahapan, sekarang melalui Portal Perlinsos hanya tiga tahapan,” kata Irvan kepada caritakota.com, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, sistem baru ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan bantuan secara mandiri maupun melalui agen yang telah ditunjuk pemerintah. Namun, syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Irvan menjelaskan, penggunaan IKD dipadukan dengan verifikasi biometrik sehingga memastikan identitas pengusul benar-benar sesuai. Langkah ini dinilai mampu mencegah penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh pihak lain.
“Melalui aplikasi ini akan dilakukan verifikasi biometrik, sehingga yang mengusulkan benar-benar orang yang bersangkutan. Setelah proses verifikasi selesai, pengajuan langsung dilanjutkan. Mekanismenya jauh lebih sederhana,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan. Data penerima akan langsung dipadankan dengan sistem nasional sehingga hanya masyarakat yang memenuhi kriteria yang dapat menerima bantuan.
“Misalnya penerima PKH dan BPNT harus berada pada desil 1 sampai desil 4. Data yang diusulkan langsung terintegrasi dan dalam hitungan menit sudah dilakukan pemadanan. Intinya, bantuan lebih tepat sasaran dan prosesnya jauh lebih cepat,” jelasnya.
Pembentukan Agen Digital Bansos
Di Kota Ternate, implementasi program masih berada pada tahap awal, yakni pembentukan agen digital bansos. Agen tersebut berasal dari pengelola Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di tingkat kelurahan, operator DTSEN, lurah, hingga ketua RT.
Menurut Irvan, keberadaan agen ini akan membantu masyarakat yang belum memiliki telepon genggam atau kesulitan mengakses layanan digital untuk tetap dapat mengusulkan bantuan sosial.
“Sementara masyarakat yang memiliki telepon genggam dapat mendaftar secara mandiri melalui Portal Perlinsos,” katanya.
Pada tahap awal, layanan digital baru mencakup dua program bantuan, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/bantuan sembako. Ke depan, portal tersebut juga akan mengintegrasikan berbagai bantuan pemerintah lainnya, seperti subsidi listrik dan Program Indonesia Pintar.
Ternate Jadi Daerah Percontohan
Irvan mengungkapkan, program digitalisasi bansos sebelumnya telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan dinilai berhasil oleh pemerintah pusat. Atas dasar itu, pada 2026 program diperluas ke 43 kabupaten/kota di Indonesia, dengan Kota Ternate menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Maluku Utara yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan.
“Untuk wilayah VI meliputi Maluku, Ambon, Sulawesi Utara, Manokwari, Sorong, dan Kota Mataram,” ujarnya.
Saat ini, jumlah agen digital bansos yang telah terdaftar dalam dashboard mencapai 234 orang. Sementara target yang ditetapkan Tim Gugus Tugas Percepatan Digitalisasi Bansos sebanyak 1.152 agen, yang berasal dari unsur ASN, lurah, ketua RT, serta operator DTSEN di seluruh kelurahan.
Ia berharap seluruh operator DTSEN di tingkat kelurahan segera mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar manfaat layanan digital bansos dapat segera dirasakan secara luas.
“Operator DTSEN di kelurahan sudah mulai bergerak. Kami berharap masyarakat Kota Ternate segera memanfaatkan layanan ini agar proses pengusulan bantuan menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran,” tutupnya.***





Tinggalkan Balasan