Harita Nickel Perkuat Pengelolaan Kualitas Udara dengan Teknologi Pengendalian Emisi
CARITA KOTA – Menjaga kualitas udara merupakan bagian penting dari pengelolaan lingkungan di kawasan industri. Di Harita Nickel, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem pengendalian emisi yang mencakup pengendalian sumber debu, teknologi pengolahan gas buang, hingga pemantauan emisi secara real-time untuk memastikan operasional memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan Indeks Kualitas Udara (IKU) 2025 yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kabupaten Halmahera Selatan mencatatkan nilai 87,38 yang berada pada kategori baik. Data tersebut menjadi salah satu indikator kondisi kualitas udara di wilayah tersebut. Sejalan dengan itu, Harita Nickel terus memperkuat upaya pengendalian emisi di area operasional melalui penerapan teknologi dan tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab.
Head of Technical Support PT Obi Sinar Timur, lini bisnis Harita Nickel yang mengoperasikan pembangkit listrik di Kawasan Industri Obi, Amirudin, menjelaskan bahwa pengendalian kualitas udara diterapkan pada seluruh rantai operasional, mulai dari penyimpanan dan distribusi batu bara, pengoperasian pembangkit listrik, proses produksi di smelter, hingga pemantauan emisi secara berkelanjutan.
Salah satu fasilitas yang mendukung upaya tersebut adalah dua unit coal storage dome atau kubah penyimpanan batu bara tertutup. Masing-masing memiliki panjang 588 meter dan lebar 140 meter dengan kapasitas penyimpanan total mencapai 350 ribu ton. Fasilitas ini untuk meminimalkan potensi pelepasan debu batu bara ke lingkungan.
“Kubah penyimpanan ini dirancang untuk menjaga keamanan penyimpanan batu bara sekaligus mengurangi potensi emisi debu selama proses penyimpanan. Dengan sistem tertutup, material dapat dikelola dengan lebih aman dan dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Amirudin.
Pengendalian debu juga dilakukan pada proses distribusi batu bara dari dermaga menuju coal storage dome hingga pembangkit melalui conveyor belt tertutup yang menggantikan sebagian besar pengangkutan menggunakan truk. Selain mengurangi potensi debu selama proses pemindahan material, sistem ini turut meningkatkan efisiensi operasional dan berkontribusi terhadap penghematan konsumsi bahan bakar kendaraan.
Potensi debu dari lalu lintas kendaraan dan alat berat operasional juga dikendalikan melalui penyiraman jalan secara rutin, baik di jalan operasional maupun pada ruas jalan yang bersinggungan dengan aktivitas masyarakat.
Pada tahap pengolahan emisi, empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan operasional dilengkapi teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) untuk menangkap partikel halus hasil pembakaran sebelum emisi dilepaskan melalui cerobong.
Selain itu, perusahaan menerapkan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD), salah satu metode yang banyak digunakan di industri berskala besar untuk mengurangi kandungan sulfur pada gas buang. Penerapan teknologi pengendalian emisi juga dilakukan pada cerobong proses produksi di smelter guna memastikan emisi yang dilepaskan tetap memenuhi baku mutu sesuai ketentuan pemerintah.
Untuk memantau kinerja sistem tersebut, Harita Nickel memasang Continuous Emission Monitoring System (CEMS) pada cerobong pembangkit listrik. Sistem ini memantau parameter emisi secara real-time sehingga data emisi dapat dipantau secara berkelanjutan. Sistem pemantauan yang sama juga diterapkan pada cerobong proses produksi di smelter.
“Kinerja sistem pengendalian emisi dipantau secara real-time sehingga setiap perubahan parameter dapat segera terdeteksi. Dengan pemantauan berkelanjutan, kami dapat memastikan emisi yang dilepaskan melalui cerobong tetap memenuhi baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Amirudin.
Upaya pengendalian emisi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasim. Menurutnya, penerapan teknologi pengendalian emisi yang disertai pemantauan kualitas udara secara konsisten merupakan bagian penting dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Kami juga terus memantau derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Kawasi. Upaya pengendalian emisi dan pengawasan kualitas udara yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah positif dalam mendukung terciptanya lingkungan yang baik bagi kesehatan masyarakat,” ujar Asia.
Ia menambahkan, pengelolaan kualitas udara yang memenuhi baku mutu pemerintah memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Komitmen terhadap perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat seperti ini tentu kami apresiasi. Harapannya, aktivitas industri dapat terus berjalan selaras dengan upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan