Literasi-Numerasi Masih Zona Merah, Disdik Ternate Dorong Perencanaan Berbasis Data 2027
CARITA KOTA – Dinas Pendidikan Kota Ternate akan mengoptimalkan peningkatan literasi, numerasi, serta angka partisipasi sekolah usia 7–18 tahun pada 2027. Upaya tersebut akan dilakukan melalui perencanaan berbasis data yang mengacu pada Rapor Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan dalam kegiatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Bappelitbangda, Inspektorat, BPKAD, serta Sekretariat Daerah yang diwakili Bagian Pemerintahan.
“Dari hasil diskusi ada beberapa hal yang nanti kita optimalkan. Di antaranya itu literasi dan numerasi, karena sesuai dengan rapor pendidikan, kita di Kota Ternate ini juga masih pada level merah,” kata Ridwan kepada caritakota.com, Selasa, 15 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian sehingga capaian literasi dan numerasi dapat ditingkatkan hingga berada di atas 50 persen. Dengan capaian tersebut, indikator literasi dan numerasi diharapkan dapat keluar dari zona merah.
Selain literasi dan numerasi, kata Ridwan, angka partisipasi sekolah untuk usia 7–18 tahun di Kota Ternate juga masih berada pada level merah. Karena itu, indikator tersebut akan menjadi bagian dari target peningkatan pada 2027.
“Kita usahakan untuk itu. Sehingga nantinya ke depan untuk Kota Ternate itu angka partisipasi sekolah maupun literasi numerasi itu bisa meningkat di tahun 2027 nanti,” ujarnya.
Ridwan menyebut, peningkatan capaian tersebut akan didorong melalui penganggaran yang lebih diarahkan pada kebutuhan berdasarkan data. Salah satu acuan utama yang digunakan adalah rekomendasi yang terdapat dalam Rapor Pendidikan.
“Dari Rapor Pendidikan itu ada rekomendasi-rekomendasi, nah itu yang akan kita gunakan nanti dalam rangka untuk mengoptimalkan literasi numerasi,” jelasnya.
Ia menargetkan, pada 2027 seluruh satuan pendidikan di Kota Ternate dalam menyusun program, rencana kerja, hingga penganggaran sudah mengacu pada perencanaan berbasis data.
“Target kita untuk tahun depan itu, kita coba seluruh satuan pendidikan itu dalam melakukan kegiatan sudah harus merujuk ke perencanaan berbasis data, dalam hal ini di Rapor Pendidikan,” katanya.
Ridwan menjelaskan, Rapor Pendidikan telah menunjukkan sejumlah indikator yang membutuhkan intervensi, termasuk literasi dan numerasi yang masih berada pada zona merah serta angka partisipasi sekolah yang masih rendah.
Ia menambahkan, capaian pendidikan Kota Ternate pada 2026 sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut dinilai membutuhkan proses secara bertahap.
“Di 2026 ini sudah ada peningkatan. Kita usaha targetkan di tahun 2027 itu lebih baik lagi. Hal ini kan kita tidak mudah untuk membalikkan telapak tangan. Jadi kita step by step,” tuturnya.
Untuk memastikan target tersebut berjalan, Ridwan juga mendorong penguatan koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan BPMP Maluku Utara. Ia meminta BPMP dapat terus memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan di Kota Ternate.
“Saya tadi meminta ke BPMP juga bahwa kita harus setiap saat melakukan koordinasi, sehingga mereka juga bisa melakukan pendampingan-pendampingan kepada kita, dalam hal ini satuan pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Ridwan, pendampingan tersebut penting agar satuan pendidikan mampu menyusun rencana kerja dan penganggaran berdasarkan kebutuhan serta rekomendasi yang tercantum dalam Rapor Pendidikan.
Ia pun menilai kegiatan SPM bidang pendidikan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Bappelitbangda, BPKAD, Inspektorat, Sekretariat Daerah, dan BPMP dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Ternate.***





Tinggalkan Balasan