CARITA KOTA – Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe menegaskan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan menjaga nilai kebangsaan generasi muda di tengah perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Sarbin saat membuka Pelatihan Calon Sosialisasi Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai 1945 (JSN 45) bagi Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Ballroom Hotel Muara Ternate, Senin 28 September 2026.

Menurut Sarbin, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, toleransi dan kerja sama.

Karena itu, kepala sekolah dinilai tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus menjadi pemimpin karakter sekaligus teladan kebangsaan bagi warga sekolah.

“Perjuangan kita hari ini adalah memastikan anak-anak Maluku Utara memiliki pendidikan yang berkualitas, membangun generasi yang berkarakter, mencegah generasi muda kehilangan jati diri, dan memastikan kemajuan teknologi tidak membuat mereka kehilangan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” kata Sarbin.

Ia mengatakan nilai-nilai perjuangan tidak boleh berhenti sebagai nostalgia masa lalu, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui etos belajar, bekerja, melayani dan membangun bangsa.

“Inilah makna Semangat 45 dalam konteks kekinian,” ujarnya.

Sarbin juga mengingatkan pentingnya penguatan semangat kebangsaan yang mencakup Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945, serta nilai agama dan kearifan lokal.

Ia berharap para kepala sekolah dapat menjadi benteng utama dalam pembentukan karakter kebangsaan di satuan pendidikan. Salah satunya dengan membudayakan penghormatan terhadap simbol dan nilai kebangsaan.

Sarbin bahkan mendorong agar Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan khidmat setiap pukul 10.00 WIT di seluruh satuan pendidikan di Maluku Utara.

“Nilai perjuangan tidak boleh berhenti sebagai nostalgia masa lalu, tetapi harus diterjemahkan menjadi etos belajar, etos bekerja, etos melayani dan etos membangun bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD LVRI Maluku Utara sekaligus Ketua Penyelenggara, Brigjen TNI Purn. Karel Albert Ralahalu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja DPP LVRI periode 2022-2027 tentang pewarisan JSN 45.

Pelatihan berlangsung selama enam hari, 28 September hingga 3 Oktober 2026, dan diikuti 30 kepala SMA, SMK dan SLB se-Maluku Utara.

Ralahalu menyebut tim pelatih dan panitia penyelenggara berjumlah 43 orang yang berasal dari DPP LVRI Jakarta dan DPD LVRI Maluku Utara.

“Tujuannya agar peserta memahami JSN 45 dan mampu mewariskannya kepada generasi penerus bangsa,” kata Ralahalu dalam laporannya.

Materi pelatihan meliputi Pedoman Pewarisan JSN 45, Pancasila dan UUD 1945, Ketahanan Nasional, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI, Nilai-Nilai Kejuangan 45, pengantar diskusi dan praktik sosialisasi, serta teknik kerangka sosialisasi.

Pelatihan menggunakan metode diskusi kelas kecil, sedang dan besar, praktik sosialisasi, pre-test dan post-test serta evaluasi.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengabdian Tanpa Akhir, Dedikasi Tanpa Batas” tersebut diawali dengan pemutaran video Pesan Api Perjuangan 45 untuk generasi penerus bangsa.

Pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Kesultanan Ternate, Ketua MUI Maluku Utara Samlan Hi. Ahmad, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Karo Adpim Setda Malut M. Ali Fataruba, para veteran serta tim pelatih DPP LVRI Jakarta.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan penyematan tanda pelatih dan peserta kepada perwakilan peserta oleh Wakil Gubernur Maluku Utara serta foto bersama.***