CARITA KOTA – Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan, telah rampung 100 persen dan kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Penyelesaian proyek senilai Rp3,3 miliar yang dibiayai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara itu dilakukan sebelum masa kontrak berakhir.

Jembatan yang dikerjakan CV Wosso Mobon tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Gane Barat, terutama untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta kebutuhan pokok. Sementara target penyelasian pekerjaan sesuai kontrak pada 31 Oktober 2026.

Direktur CV Wosso Mobon, Reza Buang, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar jembatan bisa segera dimanfaatkan masyarakat tanpa mengabaikan spesifikasi teknis yang ditetapkan Dinas PUPR.

“Alhamdulillah sudah selesai 100 persen. Kami percepat supaya masyarakat bisa segera menggunakannya. Tetap sesuai spesifikasi teknis Dinas PUPR dan dalam pengawasan konsultan,” ujar Reza

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 1 Oktober 2026, jembatan tersebut telah selesai dikerjakan dan mulai difungsikan untuk menunjang aktivitas warga yang melintasi ruas Saketa-Dehepodo.

Rampungnya jembatan ini disambut positif masyarakat setempat. Warga Gane Barat mengaku bersyukur karena akses transportasi yang sebelumnya menjadi perhatian kini dapat menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur jembatan sudah jadi, aktivitas jadi lancar. Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang sudah peduli kepada kami masyarakat Gane Barat,” ujar salah seorang warga.

Dengan berfungsinya jembatan tersebut, masyarakat berharap konektivitas antarwilayah di Gane Barat semakin baik, terutama untuk memperlancar akses ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.***