Kembangkan Literasi dan Budaya Lokal, Dispersip Ternate Gelar Dua Bimtek
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar kegiatan pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) Kepenulisan Konten Budaya Lokal dan Bimtek Literasi Informasi Untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur, Ketua Bidang II Tim Penggerak PKK, Hasmiati Rizal Marsaoly sekaligus membuka acara tersebut. Adapun turut hadir dalam agenda itu, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, para narasumber dan peserta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Ternate, Safia mengatakan, kegiatan bimtek ini merupakan kebutuhan untuk mendokumentasikan kearifan lokal sekaligus membekali penggerak literasi dengan kemampuan mengelola, menyaring dan menyebarkan informasi secara valid di tengah arus digital.
“Maksud dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengolah kekayaan tradisi daerah menjadi karya tulis serta membekali kemampuan mengelola dan memanfaatkan informasi secara baik,” kata Safia.
Ia menyebutkan, adapun narasumber pada bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal terdiri dari Dr. Herman Oesman, M. Sc, Dra. Mardjorie Saida Amal, S.E, dan Asgar Saleh, S.E.,MM.
Sedangkan, bimtek literasi untuk pustakawan, guru, dan pegiat literasi narasumbernya yakni Dr. Nurlela Syarif, S. Sos.,MM, Sri Bulan Nainggolan, S. Sos., M. Si, dan Helmy Yusuf, S.IP., MPA.
“Peserta kegiatan bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal berjumlah 50 orang, terdiri dari unsur pustakawan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” ujar Safia.
Sementara, lanjutnya, untuk peserta bimtek literasi informasi berjumlah 150 orang yang terdiri dari pustakawan sebanyak 50, guru 50, dan 50 untuk pegiat literasi.
Tahap selanjutnya, menurut Safia, bimtek kepenulisan berbasis konten budaya akan melalui tiga tahapan, yakni mengikuti bimbingan teknis (Bimtek), pelaksanaan publikasi dan penjaringan naskah, serta proses pembukuan juga penerbitan.
“Sementara, kegiatan Bimtek Literasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi dilaksanakan selama dua hari. Hari ini untuk para guru dan pustakawan. Dan hari kedua untuk para pegiat literasi yang bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang II Tim Penggerak PKK, Hasmiati Rizal Marsaoly, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip). Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, pustakawan, dan guru.
Hasmiati menilai, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan menulis agar informasi yang diperoleh dapat terdokumentasi dan bermanfaat bagi orang lain.
“Hari ini yang dilaksanakan Dispersip, bagi saya itu kegiatan yang luar biasa,” kata Hasmiati.
Ia menjelaskan, literasi tidak cukup hanya dengan mengetahui atau menerima berbagai informasi. Informasi yang diperoleh juga perlu dituangkan dalam bentuk tulisan agar dapat dibagikan, dimanfaatkan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, tanpa dokumentasi dalam bentuk tulisan, berbagai informasi dan pengetahuan berpotensi hanya menjadi konsumsi pribadi dan sulit diwariskan secara berkelanjutan.
Karena itu, Hasmiati berharap kegiatan peningkatan literasi, khususnya pelatihan menulis dan pemanfaatan informasi, dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
“Harapan saya ke depan, mudah-mudahan bisa dilakukan terus kegiatan seperti ini. Karena pesertanya hanya dibatasi 50 orang, sementara masih banyak anak-anak di luar sana yang ingin mengetahui bagaimana cara menulis yang baik, bagaimana menggunakan informasi dengan baik, dan bagaimana menggunakan informasi dengan bijaksana,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan