Gubernur Sherly Minta Percepatan 20 Sabo Dam
CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi warga dari ancaman bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Ternate, bersama jajaran Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rabu 22 April 2026.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gubernur Sherly mengawal langsung rencana besar pembangunan 20 unit Sabo Dam yang diproyeksikan menjadi benteng utama pengendalian banjir bandang dan material vulkanik Gunung Gamalama di Kecamatan Pulau Ternate.
Berdasarkan evaluasi pasca-bencana banjir bandang Agustus 2024 lalu, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memetakan kebutuhan total 20 unit Sabo Dam untuk mengamankan titik-titik rawan.
”Target kita adalah membuat kawasan ini jauh lebih aman dan tangguh dibanding sebelum bencana. Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tapi nyawa bagi perlindungan warga di kaki Gunung Gamalama,” ungkap Gubernur di sela-sela peninjauan.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, merincikan progres proyek strategis yang telah rampung (2025). Terdapat Dua unit Sabo Dam di Sungai Rua senilai Rp40 miliar, lengkap dengan normalisasi sungai dan perkuatan tebing (revetment).
“Tahun Anggaran 2026 pihaknya fokus bergeser ke Sungai Sasa (kontrak Rp24 miliar) dan Sungai Kastela (proses lelang Rp20 miliar). Target 2027-2028 adalah percepatan pembangunan 16 unit sisa untuk melengkapi sistem proteksi seluruh Pulau Ternate,” jelasnya.
Tidak hanya meninjau konstruksi, Gubernur Sherly juga memberikan sejumlah instruksi krusial kepada pelaksana proyek demi kenyamanan dan keselamatan jangka panjang. Ia meminta kontraktor segera merapikan sisa material konstruksi di Rua agar tidak mengganggu mobilitas dan estetika lingkungan warga, serta menyarankan pembetonan jalan di sekitar jembatan baru yang dibangun oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
“Kepada pemerintah Kota Ternate untuk memperketat aturan IMB/PBG. Warga dilarang keras membangun hunian di sepanjang alur sungai baru yang terbentuk akibat bencana,” tegasnya.
Terkait dengan itu, anggota Komisi V DPR RI, Irene Yusiana Roba Putri, yang turut hadir dalam rombongan, memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat pemerintah daerah dan pusat. Desain Sabo Dam yang dibangun saat ini diklaim mampu meredam energi banjir bandang hingga 80-100 persen, sebuah angka yang sangat signifikan untuk melindungi pemukiman padat penduduk.
Bencana tahun lalu memang telah mengubah morfologi wilayah secara permanen, menciptakan alur sungai baru yang menembus daratan dan memutus jalan nasional. Dengan hadirnya jaringan Sabo Dam ini, aliran air dan material debris akan terkendali secara permanen.
”Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat di Rua, Sasa, Kastela, dan sekitarnya. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan rakyat adalah prioritas utama,” pungkas Gubernur.***







Tinggalkan Balasan