Dikbud Malut Matangkan Juknis SPMB 2026, Pendaftaran Mulai 4 Juni
CARITA KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara menyampaikan gelar Focus Group Discussion (FGD) terkait petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
FGD tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Ombudsman, GPTMB, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Malut, Dinas Sosial Maluku Utara, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate, perwakilan SMA, SMK, SLB, SMP.
Dalam forum tersebut, sejumlah masukan dan saran disampaikan peserta, terutama dari Ombudsman terkait pentingnya tahapan verifikasi data pendaftar agar seluruh informasi yang diinput benar dan valid. Hal itu dinilai penting karena pelaksanaan SPMB tahun ini dilakukan sepenuhnya secara online.
“Setelah FGD ini, seluruh saran dan masukan akan kami tindak lanjuti untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan adil dan akuntabel,” ujar Sekretaris Dikbud Malut, Sofyan seusia FGD di SMA N 10 Kota Ternate. Senin 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, juknis SPMB sebenarnya telah ditandatangani sebelumnya, sementara FGD dan sosialisasi dilakukan untuk menyerap masukan tambahan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan teknis di lapangan.
Selanjutnya, panitia akan melakukan sinkronisasi dengan aplikasi SPMB yang dikembangkan Telkom. Dinas Pendidikan juga mengaku tengah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kendala jaringan. Sementara di wilayah 3T yang tidak ada akses jaringan atau blank spot tidak diterapkan pendaftaran online.
“Kami terus melakukan perbaikan sesuai instruksi Ibu Gubernur, bahwa tidak boleh ada orang dalam maupun praktik titipan dalam proses penerimaan siswa,” katanya.
Sofyan menegaskan, pemerintah daerah memastikan seluruh lulusan SMP di Maluku Utara dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Dalam pelaksanaan tahun ini, terdapat perubahan tahapan pendaftaran. Jika sebelumnya seluruh jalur dibuka bersamaan, maka tahun ini dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama dibuka untuk jalur afirmasi dan prestasi, sedangkan tahap kedua untuk jalur domisili dan prestasi.
Sesuai jadwal, proses pendaftaran SPMB akan dimulai pada 4 Juni 2026. Sebelum itu, Dinas Pendidikan akan melakukan sosialisasi secara masif sekaligus membuka tahapan uji coba aplikasi guna mengukur kesiapan sistem dan daya kerja aplikasi.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tiga wilayah sektor sebagai lokasi layanan bantuan pendaftaran apabila terjadi gangguan akses jaringan saat proses berlangsung.
“Mulai besok kami akan merampungkan seluruh saran hasil FGD, dan pada hari Rabu sosialisasi melalui media mainstream sudah mulai dilakukan,” pungkasnya.***






Tinggalkan Balasan