Rapor Pendidikan Kota Ternate Merah, Begini Penjelasa Ridwan
CARITA KOTA – Berdasarkan hasil penilaian Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) rapor pendidikan Kota Ternate mendapatkan rapor merah.
Rapor merah menandakan capaian mutu layana pendidikan di Kota Ternate itu masih rendah atau kurang.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali saat diwawancara seusai pelaksanaan upacara Hardiknas pada Sabtu 02 Mei 2026.
“Pendidikan di Kota Ternate kalau dilihat dari rapor pendidikan itu agak sedikit menurun, pendidikan kita itu ada merah, di Ternate ada merah,” ucapnya.
Kondisi merah tersebut, dijelaskan bahwa bukan semata-mata penilian terhadap satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemerintah Kota Ternate. Indikator yang digunakan oleh BSKAP juga mencakup SMA dan SMK yang kebetulan berada di Kota Ternate, meskipun secara kewenangan jenjang pendidikan menengah atas itu di bawah Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Merah itu karena memang di situ (penilian BSKAP) masuk juga SMA, makanya kalau dibuka SMA-nya mungkin merahnya sedikit saja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Ternate, Lela Syarbin, yang dikonfirmasi secara terpisah menegaskan bahwa status merah tidak bisa digeneralisasi untuk seluruh satuan pendidikan di bawah Pemkot Ternate.
Menurutnya, transformasi pendidikan di Kota Ternate menunjukkan sejumlah capaian yang sudah baik, meski masih ada indikator yang perlu diperbaiki.
Ia menyebut, indikator penilaian BSKAP meliputi kemampuan literasi dan numerasi, kualitas pembelajaran, iklim keamanan sekolah, iklim kebhinekaan, inklusivitas, serta angka partisipasi sekolah.
“Penilaian ini mencakup siswa SD, SMP, SMA, SMK, SKB, dan PKBM, baik negeri maupun swasta. Selain itu, juga melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan,” ujarnya.
Lela menambahkan, upaya peningkatan rapor pendidikan telah mengacu pada kebijakan nasional melalui penerapan Perencanaan Berbasis Data (PBD).
“Intinya bukan sekadar program tambahan tetapi adanya perbaikan sistem berbasi data/ Perencanaan Berbasis Data (PBD),” tutupnya.
Lela juga menunjukan nilai rapor pendidikan Kota Ternate atau kategori indeks Standar Pelayana Minimal (SPM) berada di angka 58,88 yang artinya belum tuntas. Dari nilai tersebut, proporsi guru PAUD dengan kualifikasi S1/D4 berada di capaian tertinggi, Angka Partisipasi Sekolah (APS) berada di kategori terbaik, sementara capaian terendahnya adalah kemampuan numerasi.***







Tinggalkan Balasan