CARITA KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menargetkan pembenahan sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur kota mulai dikerjakan dalam dua pekan ke depan sebagai persiapan pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Target tersebut ditegaskan dalam rapat persiapan JKPI yang dipimpin Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bersama Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Ternate.

Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, rapat difokuskan pada pemetaan dan evaluasi fasilitas ruang publik yang akan digunakan sebagai venue utama maupun fasilitas pendukung kegiatan JKPI.

“Substansi pertemuan ini adalah meminta panitia mempresentasikan pemetaan sejumlah fasilitas ruang publik, baik yang bakal dijadikan venue atau panggung utama maupun yang bukan,” kata Rizal, Selasa 23 Juni 2026. 

Menurut Rizal, sejumlah titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan pintu keluar Bandara Sultan Babullah, yang memerlukan penataan akar pohon yang telah merusak badan jalan serta perbaikan median jalan.

Selain itu, Pemkot juga akan membenahi sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS), memperbaiki lampu tulisan Asmaul Husna di depan Masjid Al-Munawar yang sempat padam, serta memperbaiki tulisan identitas kawasan Pantai Falajawa yang mengalami kerusakan.

“Pak Wali Kota meminta fasilitas-fasilitas yang rusak segera diperbaiki agar wajah kota lebih tertata saat menyambut peserta JKPI,” ujar Rizal.

Fasilitas lain yang masuk dalam daftar perbaikan yakni anjungan di Taman Nukila yang mengalami kerusakan serta lampu penerangan taman yang putus.

Rizal mengatakan Wali Kota meminta setiap OPD teknis tidak hanya menyampaikan kesiapan, tetapi juga menyusun timeline pekerjaan secara rinci untuk memastikan seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu.

Selain pembenahan fisik, Pemkot Ternate juga menyiapkan program bersih-bersih kota menjelang pelaksanaan JKPI. Kegiatan tersebut akan memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang.

Pemerintah akan melibatkan perangkat kelurahan dalam pembersihan lingkungan, sementara pengecatan TPS akan dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Misalnya di depan Hotel Bela ada Indomaret dan Dua Sekawan, itu yang akan bertanggung jawab di TPS tersebut,” kata Rizal.

Menurutnya, pelibatan dunia usaha dalam penataan TPS merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Pemkot berharap pelaksanaan JKPI tidak hanya sukses sebagai agenda nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penataan Kota Ternate.***