SMP N 2 Ternate Cetak Juara OSN, Pemkot Beri Penghargaan
CARITA KOTA – Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi kepada siswa SMP Negeri 2 Kota Ternate yang berhasil meraih prestasi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota dan lolos mewakili Kota Ternate pada ajang OSN tingkat Provinsi Maluku Utara. Penghargaan diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan prestasi akademik peserta didik.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, saat mendampingi Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Kota Ternate, Rabu 15 Juli 2026.
Ridwan mengatakan, prestasi yang diraih para siswa menunjukkan SMP Negeri 2 Ternate memiliki potensi besar dalam melahirkan peserta didik berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.
“Anak-anak kelas VIII dan IX sudah banyak menorehkan prestasi. Ada yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), ada juga yang berprestasi di bidang olahraga, seni, dan sastra. Khusus OSN, dari beberapa mata pelajaran siswa SMP Negeri 2 berhasil meraih juara pertama dan mewakili Kota Ternate ke tingkat provinsi,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan, Dinas Pendidikan Kota Ternate menyerahkan sertifikat kepada para siswa berprestasi. Menurut Ridwan, sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas.
“Apresiasi yang bisa kami berikan saat ini berupa sertifikat. Sertifikat ini nantinya dapat menjadi nilai tambah bagi anak-anak ketika melanjutkan pendidikan ke SMA,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ridwan juga mengungkapkan Dinas Pendidikan tengah menyiapkan program studi tiru bagi guru untuk mempelajari penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam di daerah yang telah berhasil menerapkannya.
Program tersebut akan dikoordinasikan bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Ternate. Sejumlah guru direncanakan mengikuti studi tiru selama tiga hingga empat bulan sebelum kembali menjadi pengimbas bagi guru di sekolah lain.
“Setelah kembali, guru-guru tersebut akan menjadi pengimbas di sekolah-sekolah lain sehingga praktik baik yang mereka pelajari bisa diterapkan di Kota Ternate,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ternate mempercepat peningkatan kualitas pendidikan melalui adopsi praktik pembelajaran terbaik dari daerah lain.
“Kita tidak boleh terpaku pada kondisi yang membuat kita tertinggal. Jika ada daerah yang telah berhasil menerapkan pembelajaran mendalam dengan baik, maka kita harus cepat menjemput bola agar kualitas guru dan pendidikan di Kota Ternate semakin meningkat,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan