Sherly Ajak Investor Garap Peternakan hingga Perikanan
CARITA KOTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengajak pengusaha dan investor menanamkan modal di sektor strategis seperti peternakan, perikanan, dan perkebunan kelapa, seiring masih besarnya ketergantungan pasokan kebutuhan daerah dari luar.
Sherly menyebut sekitar 80 persen kebutuhan Maluku Utara masih dipasok dari luar daerah, terutama dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Kondisi ini dipicu keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, serta belum optimalnya pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Pertumbuhan ekonomi belum inklusif karena SDM dan sektor produktif belum siap sepenuhnya. Infrastruktur juga belum memadai,” ujarnya dalam pertemuan bersama kalangan saudagar dan investor yang dikutip dari terkini.id pada Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sektor peternakan menjadi peluang investasi yang sangat menjanjikan. Kebutuhan daging ayam di Maluku Utara diperkirakan mencapai 25.000 ton per tahun dengan potensi nilai ekonomi mendekati Rp1 triliun. Tingginya biaya logistik membuat harga ayam saat ini mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram.
Selain itu, kebutuhan telur juga dinilai besar dengan potensi ekonomi mencapai sekitar Rp800 miliar per tahun.
Di sektor perikanan, Maluku Utara memiliki potensi besar, khususnya komoditas tuna. Namun pemanfaatannya baru sekitar 20 persen akibat keterbatasan armada tangkap, fasilitas cold storage, dan industri pengolahan.
Sementara di sektor perkebunan, komoditas kelapa menjadi salah satu andalan. Saat ini terdapat dua pabrik pengolahan kelapa yang mengekspor produk turunan seperti kopra ke China dengan volume sekitar 300 kontainer per bulan.
Pemerintah daerah menargetkan ekspor meningkat hingga 1.000 kontainer per bulan pada 2027, seiring rencana beroperasinya pabrik pengolahan ketiga.
“Kami ingin memastikan pasokan bahan baku kelapa stabil agar industri pengolahan berkembang dan ekspor meningkat,” kata Sherly.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tengah mendorong transformasi citra Maluku Utara sebagai pintu gerbang ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.***







Tinggalkan Balasan