Bulog Ternate Salurkan Bantuan Pangan untuk 112 Ribu Warga
CARITA KOTA – Perum Bulog Kantor Cabang Ternate menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan melalui penyaluran bantuan pangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.
Komitmen tersebut disampaikan Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Ternate, Jufri Tanasy, saat Launching Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026 yang digelar di Gudang Bulog Ternate, Rabu 8 April 2026.
Pada kegiatan tersebut, penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman kepada perwakilan lima kelurahan, yakni Kelurahan Salahuddin, Tanah Raja, Stadion, Muhajirin, dan Gamalama.
Jufri menjelaskan, penyaluran bantuan pangan tidak hanya dilakukan di Kota Ternate, tetapi juga akan segera dilaksanakan di sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku Utara.
“Program ini akan menjangkau sebanyak 112.428 penerima bantuan dengan total 2.248.560 kilogram beras dan 449.712 liter minyak goreng,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi, khususnya untuk komoditas beras dan minyak goreng.
Menurutnya, ketersediaan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Stok beras nasional tercatat mencapai 4,5 juta ton, yang disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Untuk wilayah Maluku Utara, stok beras yang tersedia terdiri dari 3.770 ton beras medium dan 91 ton beras premium, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan.
Jufri menegaskan, penyaluran bantuan pangan akan terus diawasi agar tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, mewakili Gubernur Maluku Utara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Sri Hayati Hatari mengatakan pemerintah akan memastikan program bantuan dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Ia menyebutkan, intervensi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah kabupaten/kota melalui penyaluran stok pangan terbukti efektif dalam menekan laju inflasi daerah.
“Karena itu, penyaluran bantuan ini harus tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Salah satu warga Kelurahan Salahuddin, Nurain Batubara, mengaku terbantu dengan adanya program bantuan pangan tersebut.
“Saya bersyukur bisa menerima bantuan ini. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami yang kondisi ekonominya masih terbatas,” ujarnya.***







Tinggalkan Balasan