CARITA KOTA – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Maluku Utara secara resmi dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang berlangsung di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Minggu, 12 Maret 2026.

Pembukaan berlangsung secara kondisif, dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, sejumlah Wakil Menteri, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Forkopimda, Pengurus DPD I dan II Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menyampaikan, Musda ini merupakan forum pengambilan keputusan yang dipilih di tingkat daerah dan akan melahirkan kepimpinan yang baru.

Bahlil mengatakan, konsolidasi tidak boleh hanya pada tataran struktural melainkan secara fungsional, guna melahirkan demokrasi yang baik tanpa pecah bela.

“Sehingga sebentar siapa yang terpilih menjadi ketua, itu dapat merangkul yang lain. Mau jadi ketua bukan untuk satu kelompok, tapi untuk semua kader Partai Golkar yang ada di Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Bahlil menekankan, agar Ketua DPD terpilih dan seluruh fraksi Partai Golkar untuk dapat mendukung kepemimpinan seluruh kepala daerah di Maluku Utara. Sebab, kata dia, politik Partai Golkar adalah politik kesejahteraan.

Menteri ESDM itu juga mengapresiasi Ketua DPD dan seluruh kader Partai Golkar Maluku Utara yang telah berhasil menempatkan posisi partai dengan perolehan kursi terbanyak di wilayah provinsi, terutama pada Pilkada.

“Saya memberikan apresiasi kepada ketua DPD dan kader Partai Golkar Maluku Utara yang telah berhasil menempatkan partai golkar menjadi partai perolehan kursi terbanyak di wilayah provinsi, juga partai yang memenangkan pilkada terbanyak dibandingkan partai-partai yang lain,” bebernya.

Dengan demikian, Bahlil menegaskan, akan terus mempertahankan kursi yang ada, disebutkan salah satunya upaya menaikan kursi pada konstestasi Pemilu 2029.

“Partai Golkar punya target ke depan, adalah mempertahankan kursi yang ada. Insya Allah tambah akan jauh lebih baik, minimal mempertahankan terus dan target kami adalah menaikan kursi,” terangnya.

Sementara itu, terkait isu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda digadang-gadangkan menjadi kader Partai Golkar. Dikatakan, pihaknya tetap membuka ruang terhadap siapa saja yang berkeinginan bergabung menjadi kader partai.

“Kita di Golkar selalu membuka diri bagi siapa saja yang berkeinginan masuk partai kita,” tuturnya.

Terkait penetapan Ketua DPD I Partai Golkar Malut secara aklamasi, kata Bahlil, akan diserahkan kepada mekanisme forum.

“Aklamasi dipersilahkan kepada mekanisme forum,” ujarnya.

Ketua Panitia Musda ke-VI, Arifin Djafar mengatakan, sejauh ini hanya ada satu calon yang mengembalikan formulir pendaftaran.

“Yang jelas hanya ada satu calon yang ditetapkan steering committee (SC). Selanjutnya, untuk penetapannya secara aklamasi atau tidak, itu dikembalikan kepada forum Musda,” pungkasnya.***