CARITA KOTA – Dua nelayan asal Kabupaten Halmahera Utara yang mengalami kerusakan mesin longboat saat berlayar dari Kepulauan Sangir menuju Tobelo berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan, Jumat 29 April 2026.

Kedua korban diketahui bernama Alwin Barhama (48) dan Iradat Ongkormol (20), warga Desa Gamhoku, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan laporan kondisi membahayakan jiwa manusia diterima Pos SAR Tobelo dari Salma, istri salah satu korban.

“Korban mengalami patah AS propeller pada longboat yang digunakan sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran,” kata Iwan dalam keterangannya.

Peristiwa itu bermula pada Rabu (27/5) sekitar pukul 02.00 WIT saat kedua korban berangkat menggunakan pambot dari Sangir, Sulawesi Utara menuju Tobelo. Namun sekitar pukul 13.00 WIT, mesin pambot mengalami kerusakan di perairan antara Kepulauan Sangir dan Halmahera Utara.

Korban kemudian berlindung dengan mengikat pambot di sebuah rumpon sambil mencoba memperbaiki mesin pada koordinat 02°12’36” N / 127°14’24” E.

Keesokan harinya, Kamis (28/5) sekitar pukul 07.00 WIT, korban sempat menghubungi keluarga menggunakan telepon seluler dan menyampaikan akan melanjutkan perjalanan menuju Dama dengan cara mendayung.

Namun hingga Jumat, keluarga tidak lagi dapat berkomunikasi dengan korban akibat terkendala jaringan. Istri korban kemudian menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan pencarian.

Merespons laporan tersebut, Tim SAR Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menggunakan RIB 03 Tobelo untuk melaksanakan operasi pencarian.

Sekitar pukul 06.45 WIT, Kantor SAR Ternate kembali menerima informasi dari istri korban yang berhasil berkomunikasi dengan korban. Dari komunikasi tersebut diketahui posisi terakhir korban berada di perairan antara Pulau Morotai dan Desa Posi-Posi, Pulau Bau, Kabupaten Pulau Morotai.

Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian dari Wayabula ke arah utara hingga perairan Libano. Tim juga berkoordinasi dengan Polsek Morotai Utara untuk membantu pemantauan dan pencarian di wilayah pesisir Morotai bagian barat.

Setelah melakukan pencarian sepanjang hari, kedua korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.49 WIT di koordinat 02°39’48.67”N / 128°30’47.61”E dalam keadaan selamat. Meski demikian, kondisi fisik keduanya dilaporkan lemas akibat kelelahan.

Tim SAR kemudian mengevakuasi korban menuju Desa Sopi, Kabupaten Pulau Morotai. Pada pukul 17.55 WIT, kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Pos SAR Tobelo, Pos TNI AL Tobelo, dan keluarga korban.***