CARITA KOTA – Pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara menuai sorotan dari kader organisasi, Jumat malam 29 Mei 2026.

Sorotan tersebut disampaikan Mantan Ketua Bidang IV BPD HIPMI Malut, Akbar Joesangaji menilai tahapan Musdalub yang saat ini dijalankan oleh tim caretaker bentukan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI harus mengacu secara ketat pada Peraturan Organisasi (PO) Nomor 03 tentang pelaksanaan Musda dan Musdalub.

Menurut Akbar, persyaratan umum dan khusus bagi bakal calon Ketua Umum HIPMI Maluku Utara perlu menjadi perhatian serius panitia pelaksana.

Ia menyoroti dua nama yang disebut bakal maju dalam Musdalub, yakni Rio C Pawane dan Ronald Reagen Sumampow. Keduanya dinilai berpotensi tidak memenuhi syarat karena tercatat dalam kepengurusan BPC HIPMI Pulau Morotai yang sebelumnya telah dikaratekerkan oleh BPD HIPMI Maluku Utara melalui Surat Keputusan Nomor 043/Kep/Sek/BPD/V/2025.

“Selama kurang lebih dua tahun enam bulan kepengurusan tersebut tidak menjalankan agenda maupun program kerja yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) BPC HIPMI Morotai yang digelar di Hotel Molokai,” ujar Akbar.

Ia juga menduga pelaksanaan Musdalub terkesan dipaksakan menjelang Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI.

“Kami menduga ada agenda kepentingan calon tertentu yang sedang berkompetisi dalam Munas HIPMI,” katanya.

Ia meminta BPP HIPMI tidak terlalu jauh mencampuri dinamika pelaksanaan Musdalub di daerah dan tidak menjadikan forum tersebut sebagai instrumen politik organisasi menjelang Munas.

Menurutnya, Musdalub HIPMI Maluku Utara yang dilaksanakan oleh tim caretaker BPP HIPMI kali ini merupakan yang ketiga kalinya.

Karena itu, ia meminta agar pelaksanaan Musdalub ditunda hingga Munas HIPMI selesai dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua Tim Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara, Jay Singgih, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp sekira pukul 01.04 WIT belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Jay hanya menyatakan akan memberikan penjelasan pada Sabtu pagi  30 Mei 2026.***