Jangan Abaikan Senyum Miring, Warga Pesisir Tabam Dibekali Cara Mengenali Gejala Stroke
CARITA KOTA – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun menggelar penyuluhan tentang deteksi dini stroke kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Tabam, Kota Ternate. Kegiatan yang berlangsung di SDN 49 Kota Ternate itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu mengenali gejala stroke dan segera membawa penderita ke rumah sakit.
Penyuluhan yang dihadiri Lurah Tabam tersebut dipandu oleh dosen FKIK Universitas Khairun, dr. Aryandhito Widhi Nugroho, Ph.D., Sp.BS dan dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu pekan kemarin, masyarakat diperkenalkan dengan metode “SeGeRa Ke RS” sebagai cara mudah mengenali gejala stroke. Tanda-tandanya meliputi senyum tidak simetris, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, kebas pada separuh tubuh, gangguan penglihatan, hingga sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.
Dalam keterangan resmi tim penyuluh yang diterima Caritakota.com pada Senin 20 Juli 2026 menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak dalam waktu singkat sehingga berisiko menimbulkan kelumpuhan, gangguan bicara, penurunan kesadaran, bahkan kematian.
Masyarakat juga diingatkan pentingnya membawa penderita stroke ke rumah sakit sesegera mungkin. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis, terutama dalam beberapa jam pertama sejak gejala muncul, semakin besar peluang untuk pulih dan terhindar dari kecacatan permanen.
Selain itu, tim FKIK Unkhair mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai cara-cara penanganan yang tidak terbukti secara medis, seperti menusuk ujung jari atau daun telinga penderita stroke. Tindakan tersebut dinilai tidak dapat menyembuhkan stroke dan justru berpotensi menunda penanganan yang tepat.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat juga diajak menerapkan perilaku hidup sehat melalui pola CERDIK, yakni cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Pengendalian tekanan darah juga ditekankan sebagai langkah penting untuk mencegah stroke karena hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit tersebut.
Melalui kegiatan ini, FKIK Universitas Khairun berharap masyarakat Maluku Utara, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau, semakin memahami pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini sehingga dapat memberikan pertolongan yang cepat dan tepat.***





Tinggalkan Balasan