Pakesang Bawa Cita Rasa Maluku Utara ke Pasar Nasional, Umi Salamah Apresiasi Fasilitasi Pemprov
CARITA KOTA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memfasilitasi Pakesang, salah satu pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Maluku Utara, untuk mempromosikan produknya di Jakarta melalui Tjipta UMKM Fair.
Pemilik Pakesang, Umi Salamah, mengapresiasi fasilitasi tersebut karena memberikan kesempatan bagi produk lokal Maluku Utara untuk dikenal lebih luas, khususnya di pasar nasional.
“Atas nama Pakesang, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, secara khusus kepada Ibu Gubernur atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk membawa Pakesang ke Jakarta sebagai bagian dari promosi di pasar nasional,” ujar Umi Jumat 4 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pakesang membawa 60 produk olahan dengan cita rasa khas Maluku Utara. Produk yang dipamerkan di antaranya Aer Guraka, Kopi Rempah Original, Kopi Rempah Creamer, Kopi Rempah No Sugar 100 gram, Roti Kenari Original, Sago Brownie Kelapa, Sago Brownie Kenari, Makron Kenari Original, Makron Kenari Cokelat, dan Biskuit Cokelat 100 gram.
Produk-produk tersebut mengandalkan bahan dan cita rasa lokal, terutama rempah dan kenari, yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan siap dipasarkan ke konsumen yang lebih luas.
Umi mengatakan, keikutsertaan dalam pameran di Jakarta tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memberikan pengalaman bagi pelaku usaha daerah untuk melihat peluang pasar di luar Maluku Utara.
“Kami sangat bangga karena Ibu Gubernur terus memberikan kesempatan kepada UMKM Maluku Utara untuk mempromosikan produk-produknya hingga ke luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan fasilitasi promosi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pasar dan memperluas jejaring bagi pelaku IKM.
“Yang kita dorong bukan hanya produknya tampil, tetapi pelaku usahanya juga mendapatkan pengalaman dan akses. Mereka bisa melihat kebutuhan pasar, membangun jejaring dan belajar bagaimana membawa produk lokal menjadi lebih kompetitif,” ujar Ronny.
Menurut Ronny, pameran di luar daerah juga menjadi ruang pembelajaran bagi Wira Usaha Baru (WUB) dan IKM untuk mengevaluasi kesiapan produk maupun kapasitas usaha.
“Ketika produk dibawa ke luar daerah, pelaku usaha bisa melihat langsung respons pasar dan mengetahui apa saja yang masih perlu dikembangkan. Dari situ kita dorong agar mereka semakin siap dan mampu naik kelas,” katanya.
Tjipta UMKM Fair digelar Sinar Mas melalui Tjipta Foundation sebagai ruang kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memberikan akses promosi bagi pelaku UMKM. Kegiatan tersebut diikuti 108 pelaku UMKM dari tujuh pilar usaha Sinar Mas.
Umi berharap fasilitasi promosi seperti ini dapat terus diberikan kepada pelaku UMKM dan IKM lainnya di Maluku Utara sehingga semakin banyak produk daerah yang mampu menembus pasar di luar daerah.
“Kami berharap ke depan semakin banyak UMKM Maluku Utara yang mendapatkan kesempatan seperti ini, sehingga produk-produk kita bisa semakin dikenal di luar daerah,” ujarnya.***





Tinggalkan Balasan