CARITA KOTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi pendidik, dan pegiat literasi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing sejak usia dini.

 

Hal itu disampaikan Ketua PGRI Kota Ternate yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, usai membuka peringatan Hari Anak Nasional bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Maluku Utara bersama Sentra Wasana Bahagia di halaman Benteng Oranje, Kota Ternate, Rabu, 29 Juli 2026.

 

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 13 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Ternate sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak anak melalui aktivitas edukatif dan menyenangkan.

 

Rizal mengatakan, momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan generasi emas 2045 tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Himpaudi, PGRI, pegiat literasi, serta berbagai pihak lainnya agar program yang dijalankan memiliki arah yang sama, terukur, dan berkelanjutan.

 

“Target Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika seluruh pihak memiliki program yang saling terintegrasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi yang kuat sehingga capaian setiap tahunnya dapat diukur dengan jelas,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dikemas melalui berbagai kegiatan bermain, edukasi, dan penguatan karakter anak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membangun fondasi generasi muda dalam 16 tahun ke depan menuju Indonesia Emas 2045.

 

Karena itu, Rizal berharap Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan bersama PGRI dan seluruh pemangku kepentingan dapat menyelaraskan program-program pendidikan agar memiliki target dan indikator yang jelas setiap tahunnya.

 

Selain menyoroti pentingnya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, PGRI juga memberi perhatian serius terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik, khususnya guru PAUD.

 

Menurut Rizal, kualitas guru menjadi faktor utama dalam menghasilkan lulusan yang unggul. Oleh sebab itu, PGRI bersama Dinas Pendidikan akan terus mendorong program pengembangan kapasitas guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ternate.

 

“Kalau ingin menghasilkan generasi yang unggul, maka gurunya juga harus berkualitas. Karena itu peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan agar pendidikan yang bermutu benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.

 

Rizal juga menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, satu tahun pendidikan di PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

 

Ia menilai anak-anak perlu dibekali kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya lokal. Dengan fondasi tersebut, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan akhlak yang baik sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.***