ICMI Maluku Utara Dorong Penguatan Literasi dan Penerbitan Buku
CARITA KOTA – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku Utara terus mendorong penguatan literasi dan perbukuan di Provinsi Maluku Utara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengembangkan kegiatan perbukuan serta riset sejarah empat kesultanan di Maluku Utara.
Hal tersebut disampaikan Ketua Orwil ICMI Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad saat sambutan dipembukaan Festival Book yang digelar di Benteng Oranje, Jumat, 11 September 2026. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab kaum cendekiawan dan intelektual Muslim dalam menentukan arah masa depan peradaban Maluku Utara.
“ICMI Maluku Utara sejak kami dilantik, kami terus mendorong beberapa kegiatan yang mengarah untuk mendorong literasi kemudian perbukuan yang ada di Provinsi Maluku Utara. Bahkan yang paling fundamental kita lakukan adalah menulis kembali sejarah empat kesultanan di Provinsi Maluku Utara yang risetnya sampai ke Belanda dan Portugis,” ujar Kasman.
Ia menilai, buku menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga pengetahuan, sejarah, sekaligus membangun peradaban masyarakat.
Karena itu, kata Kasman, ICMI Maluku Utara mendorong Festival Buku yang digelar saat ini agar dapat menjadi agenda tahunan di Maluku Utara. Tak lupa, ia menyampaikan aprisiasi atas kesuksesan kegiatan ini dengan mendapat dukungan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat, di antaranya Faduli Buku dan Jakofi Pusaka.
“Ini menjadi awal. Mudah-mudahan ICMI bersama pendukung yang ada, kami mencanangkan Festival Buku ini adalah event tahunan yang harus terus dilakukan di Provinsi Maluku Utara,” kata Kasman.
Selain Festival Buku, ICMI Maluku Utara juga telah membentuk Yayasan Rumah Buku. Yayasan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan filantropi yang berfokus pada penguatan literasi dan perbukuan di Maluku Utara.
Kasman juga menegaskan, perusahaan atau investor diharapkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga untuk pengembangan literasi di Maluku Utara.
“CSR jangan cuma bikin jembatan, jangan cuma bikin tembok, (dan) semacamnya. Tapi dorong lagi literasi dengan memberikan ruang kepada penulis yang begitu banyak di Maluku Utara, tetapi tidak memiliki ongkos untuk percetakan,” ujarnya.
Melalui Yayasan Rumah Buku, ICMI ingin memberikan ruang bagi masyarakat Maluku Utara yang memiliki kemampuan menulis dan telah memiliki naskah, namun belum mampu menerbitkannya.
“Insya Allah Rumah Buku yang akan menerbitkan buku-buku yang telah ditulis oleh teman-teman sekalian,” pungkas Kasman.
Agenda tersebut turut menghadirkan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe sekaligus membuka acara , Ketua Orwil ICMI Maluku Utara, Walikota Jakofi Pustaka, Komunitas Faduli Buku, Forkopimda se-Maluku Utara, dan serta para akademis.***





Tinggalkan Balasan