CARITA KOTA – Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ternate, Kamis 1 Oktober 2026. Dalam pelantikan tersebut, Tauhid menegaskan jabatan yang diberikan merupakan amanah dan bukan hadiah maupun penghargaan atas masa kerja.

Pelantikan berlangsung berdasarkan Keputusan Wali Kota Ternate Nomor 821.2/KEP/2773/2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Ternate.

Sebanyak 11 pejabat yang dilantik yakni Ridwan Ali sebagai Kepala Dinas Pendidikan; Moh. Faizal Badaruddin sebagai Kepala Dinas Perhubungan; Naim Syahfar sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran; dan Musli Mohamad sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, Surahman sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan; Hartati Umaternate sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Chairul Saleh Arief sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM; Amiruddin Abd Hamid sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; serta Tonny S. Pontoh sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dua pejabat lainnya yakni Fahruddin sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Imran Ali Baasalem sebagai Staf Ahli Wali Kota Ternate Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Tauhid mengatakan seluruh pejabat tersebut telah mengikuti tahapan seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, kompetitif, dan berbasis merit dengan mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, kompetensi manajerial, kompetensi teknis, serta gagasan peserta dalam menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Pelantikan juga dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara yang selanjutnya ditetapkan dalam Pertimbangan Teknis (Pertek) melalui aplikasi Integrated Mutasi (I-Mut),” ujar Tauhid.

Ia menegaskan, jabatan yang diberikan kepada para pejabat bukan merupakan hadiah ataupun penghargaan atas masa kerja, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.

“Jabatan yang saudara emban hari ini harus dipahami sebagai hasil dari proses seleksi yang menuntut kualitas, bukan sebagai hadiah, bukan pula sekadar penghargaan atas masa kerja,” katanya.

Dalam arahannya, Tauhid juga menyampaikan tiga tantangan utama yang harus dihadapi para pejabat baru, yakni efisiensi di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim dan kemarau panjang, serta tuntutan pelayanan publik di era digital.

Terkait efisiensi, ia meminta perangkat daerah memangkas kegiatan yang tidak esensial dan memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Programnya boleh lebih sedikit, tetapi hasilnya harus lebih nyata,” tegasnya.

Pada aspek perubahan iklim dan kemarau panjang, Tauhid meminta perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam melakukan pencegahan serta mitigasi.

Ia juga mengingatkan pejabat agar tidak hanya menunggu laporan dari bawahannya, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi yang terjadi di masyarakat.

“Jangan menunggu laporan datang ke meja, tetapi turunlah langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi dan situasi saat ini,” ujarnya.

Sementara menghadapi tuntutan pelayanan publik di era digital, Tauhid meminta perangkat daerah memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.

Namun, digitalisasi menurutnya tetap harus diimbangi dengan pendekatan humanis agar kelompok masyarakat seperti lansia, masyarakat kecil, dan penyandang disabilitas tidak terpinggirkan.

Tauhid kemudian meminta para pejabat yang baru dilantik bekerja dengan integritas, terus berinovasi di tengah keterbatasan, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pemerintahan dan pembangunan Kota Ternate.***